Erabaru.net. Dengan berkembangnya perekonomian, taraf hidup masyarakat akan meningkat. Dan umumnya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan materi, spiritual juga semakin tinggi. Berwisata selain dapat mengurangi ketegangan pikiran, menghilangkan stres, tetapi juga memperluas wawasan, menambah pengetahuan, dan memperkaya dunia spiritual dan budaya. Oleh karena itu, pariwisata menjadi salah satu metode rekreasi yang paling populer saat ini, dan dicari oleh banyak orang.

Setelah “jenuh” dengan berwisata di dalam negeri, banyak orang mulai melirik lokasi wisata di luar negeri. Karena itu, perjalanan ke luar negeri juga merupakan cara perjalanan paling populer saat ini. Orang ingin melihat dunia luar dan merasakan kebiasaan-kebiasaannya yang unik atau berbeda.

Berbicara tentang Amerika, saya yakin semua orang akan menganggapnya sebagai negara yang maju dan negara yang memiliki peradaban tinggi. Tapi tahukah Anda ? Di tanah Amerika Serikat yang luas masih terdapat beberapa suku yang primitif. Salah satu suku yang akan diperkenalkan kepada Anda ini adalah Suku Chamorro. Mereka memiliki wajah Asia.

Para wanita suku tersebut penuh gairah, suka bergaul. Dan sampai sekarang pun mereka masih menganut sistem poliandri. Suku Chamorro yang tinggal di Kepulauan Mariana, meskipun tergolong primitif, tetapi memiliki peradaban yang lebih maju meskipun hidupnya miskin. Kepulauan Mariana adalah wilayah Amerika Serikat, sebagian besar penduduk di sana adalah keturunan orang Asia.

Kepulauan ini terletak di barat laut Samudra Atlantik, lebih dekat dengan Asia. Mereka memiliki beberapa ciri khas. Pertama-tama, penduduk setempat suka badannya bertato, lebih-lebih ditato dengan totem unik di beberapa bagian tubuh mereka. Totem itu bisa berupa hieroglif, bahkan ada yang pakai karakter Mandarin.

Penduduk suku ini bahkan menganggap gigi yang diwarnai hitam adalah simbol yang paling mulia. Baik pria maupun wanita suku Chamorro yang kebanyakan berwarna rambut coklat kemerahan lebih suka dibiarkan panjang. Hal lain yang perlu disebutkan di sini adalah bahwa suku Chamorro tinggal di daerah tropis dekat Khatulistiwa yang beriklim panas sepanjang tahun. Karena itu mereka memilih berpakaian sangat minim.

Kaum pria hanya melilitkan selembar kain di pinggang, sedangkan yang perempuan menggunakan kerang-kerangan untuk menutupi auratnya. Menurut anggapan mereka, balutan ini selain membuat badan tidak terasa gerah, tetapi juga bisa menampilkan kegagahan tubuh kaum pria dan pesona kaum wanitanya.

Suku Chamarro sudah berada di pulau itu selama hampir seribu tahun dan mereka menganut matrilineal (berdasarkan garis keturunan perempuan), sehingga status perempuan lebih tinggi dari kaum pria. Perempuan di sini tidak punya pemahaman mesti setia kepada suami, dan status perempuan juga sangat dihormati oleh masyarakatnya.

Poliandri dan berganti pasangan antara pria dan wanita adalah hal yang lumrah terjadi di sana. Namun demikian, kita sudah sulit untuk menemukan wajah dari suku Chamorro asli, yang tinggal di sana sekarang kebanyakan adalah keturunan campuran.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, masyarakat semakin sadar akan tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sehingga menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Di sini Anda tidak hanya dapat menikmati pemandangan pulau yang indah, tetapi juga merasakan adat humanistik asli, yang juga merupakan pengalaman unik.

Jika Anda tertarik, bepergian ke sana juga merupakan pilihan yang tidak salah. Mengapa tidak datang ke sana untuk melihat sendiri hal-hal yang lain daripada yang lain. Para penduduk Chamorro setempat akan menyambut semua orang yang datang berkunjung dengan tarian paling antusias.

Suku paling “terbuka” di Amerika Serikat, sebagian besar wanitanya berwajah Asia yang cantik-cantik, dan mereka selalu berpakaian minim dan tidak memiliki suami tetap karena menganut matrilineal. Bagaimana menurut Anda, betul bukan wanita-wanita dari suku ini terlihat seperti orang Asia dan cantik-cantik ? (sin/yn)

Sumber: aboluowang

Share

Video Popular