oleh Luo Tingting

Wabah virus korona yang masih mengganas di Provinsi Fujian Tiongkok membuat setidaknya 36 orang anak di Kota Putian terinfeksi. Beberapa hari lalu, rekaman video sekelompok anak-anak usia balita 4 – 5 tahun yang mengenakan APD pergi sendiri ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksa. Video yang beredar di Internet  menyayat hati banyak netizen. “Sangat sedih melihat anak-anak sekecil itu harus menghadapi sendiri situasi berat ini tanpa ditemani oleh ibu dan ayah mereka !”

Tercatat hingga 13 September, epidemi di Kota Putian, Fujian telah membuat siswa dari 2 TK. 3 SD dan 1 SMP tertular. Di Kabupaten Xianyou, 36 orang anak di bawah umur telah didiagnosis positif COVID-19, termasuk 8 orang siswa TK, 28 sorang siswa SD. 30 orang siswa diantara mereka berusia di bawah 10 tahun, yang termuda baru berusia 2 tahun.

Pada hari itu, Zhu Xiaqing, seorang perawat di klinik demam Rumah Sakit Afiliasi Universitas Putian memposting video pendek melalui ‘TikTok’, tentang anak-anak yang mengenakan pakaian APD dengan patuh menjalani pemeriksaan CT, fenomena tersebut membuat sedih banyak netizen daratan Tiongkok, bahkan ada yang mengaku menangis melihatnya.

Perawat Zhu Xiaqing menuliskan pesannya dalam video : Hari ini, saat melihat anak-anak yang berusia sekitar 5-6 tahun turun dari kendaraan, hati saya hancur sehingga air mata tak tertahankan. Semua anak-anak itu sangat berani, hebat. Masing-masing membawa sendiri 1 kantongan yang berisi makanan ringan yang lezat…

Video menunjukkan bahwa anak-anak kecil yang mengenakan baju pelindung diri, dengan sekantong makanan ringan di tangan, dan ada yang membawa ransel di punggungnya berjalan menuju ruang CT yang dingin dan kosong, berbaring sendirian di atas meja pemeriksaan untuk menanti petugas. Adegan itu sangat menyayat hati. 

Beberapa anak karena usianya masih terlalu kecil sehingga tidak bisa naik sendiri ke meja pemeriksaan, terlihat seorang dokter menggendong mereka untuk naik. 

Beberapa netizen meninggalkan pesan di bawah video : Saya menangis ketika melihat anak-anak sekecil yang pasti akan sangat takut untuk menghadapi sendiri situasi seperti ini. Malam hari juga harus tidur sendirian. Untuk pertama kalinya mereka meninggalkan orang tua tentu akan merasakan betapa tidak berdaya.

Pada 14 September, perawat Zhu Xiaqing menjelaskan bahwa karena orang tua tidak boleh menemani, anak-anak kecil ini datang sendirian untuk menjalani pemeriksaan. Saat memasuki suatu lingkungan yang baru dan asing bagi mereka, anak-anak itu pasti merasa takut atau mungkin panik, bahkan beberapa orang anak-anak itu badannya masih demam.

“Sangat menyayat hati, Anak-anak yang menumpang satu mobil ini menunggu cukup lama di rumah sakit. Bahkan ada salah satu anak yang menangis selama dua jam di rumahnya, ia baru mau naik mobil setelah dibujuk orang tuanya dan staf medis yang ikut serta. Melihat anak-anak dengan baju APD turun dari mobil yang membawa mereka, hati saya remuk rasanya dan air mata tak tertahankan”, kata Zhu Xiaqing.

Terdengar suara Zhu Xiaqing sedikit tersedak saat mengatakan bahwa, anak-anak ini cukup berpengertian, bagaimana tidak, orang dewasa saja merasa gerah ketika mengenakan baju APD, apalagi anak-anak, bahkan ada yang masih demam. Tetapi mereka tetap memakainya dan tak satu pun yang melepas masker. Luar biasa ! Mereka hebat !

Pada 13 September 2021, sekelompok anak balita berusia 4 – 5 tahun di Kota Putian, Provinsi Fujian, Tiongkok menjalani sendiri isolasi dan pemeriksaan CT di rumah sakit. Adegan ini menyayat hati banyak netizen. (video screenshot)

“Anak yang paling muda baru berusia 4 tahun, tetapi mereka tidak menangis selama pemeriksaan CT”.  Zhu Xiaqing mengatakan bahwa usai pemeriksaan CT, kelompok anak-anak itu segera ditempatkan di bangsal isolasi untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Dokter Liang Limin yang melakukan pemeriksaan CT untuk anak-anak itu juga mengatakan : “Saya sangat sedih ketika melihat anak-anak ini datang sendirian, tanpa ditemani oleh orang tua mereka, di tempat yang asing bagi mereka, apalagi rumah sakit yang memicu rasa “mengerikan”. Hati saya benar-benar menjerit melihatnya”.

Video anak – anak yang diisolasi untuk pemeriksaan menjadi viral di Weibo, dan banyak netizen berkomentar, antara lain : “Menyayat hati melihat mereka yang masih sangat kecil, kasihan melihat sosok-sosok kecil ini datang sendirian”, “Terlalu menyedihkan melihat anak sekecil itu harus menghadapi sendirian situasi tidak nyaman ini tanpa ditemani ibu dan ayah mereka”.

“Kemarin saya melihat beberapa video yang menampilkan anak-anak dengan APD yang tebal, berjalan tertatih-tatih menuju ruang pemeriksaan dalam rumah sakit, bahkan ada anak yang masih demam. Sungguh air mata tak tertahankan lagi. Semoga anak-anak ini cepat sembuh, kembali sehat seperti sedia kala”. Demikian komentar netizen lainnya.

Ada netizen yang menulis : “Itu bukan berarti berani, tetapi anak-anak ini tidak mengerti, semoga sistem perlindungan bagi anak-anak lebih ditingkatkan”. “Semoga saja para dokter dan perawat dapat lebih memperhatikan kesehatan mental anak-anak ini. Bagaimanapun, orang dewasa saja akan mengalami masalah psikologis setelah menjalani isoman yang panjang. Anak-anak ini terlalu muda untuk memikul beban psikologis berat karena isolasi dan dirawat dalam waktu tertentu di lingkungan di mana orang biasa saja takut. Sehingga ketahanan psikologis anak-anak ini perlu menjadi perhatian, dan apakah mereka bisa mendapatkan konseling psikologis tepat waktu akan menjadi ujian bagi para staf medis”. (sin)

 

Share

Video Popular