oleh Li Ming

Epidemi virus komunis Tiongkok atau COVID-19 masih terus menyebar di Kota Putian, Provinsi Fujian, Tiongkok. Laporan resmi menyebutkan bahwa sejauh ini sudah ada 130 kasus (tidak termasuk yang terinfeksi tanpa gejala) yang dikonfirmasi positif di Kota Putian. Di antara mereka, hampir setengahnya adalah pasien anak-anak di bawah umur 14 tahun. Selain itu juga dikabarkan bahwa 10 sekolahan termasuk sekolah dasar, menengah dan taman kanak-kanak telah terpapar

Pada 16 September pagi hari, otoritas kota Putian mengumumkan dalam konferensi pers tentang pencegahan dan pengendalian epidemi, bahwa ada 38 kasus lokal baru yang dikonfirmasi di Kota Putian pada 15 September yang semuanya terkonsentrasi di Kabupaten Xianyou. Di mana 9 kasus merupakan pasien tanpa gejala yang dikonfirmasi tertular.

Dari 10 September hingga 15 September pukul 24:00, tercatat ada total 130 kasus yang dikonfirmasi dengan 3 kasus infeksi tanpa gejala yang terjadi di Kota Putian. Di antaranya, 58 kasus adalah infeksi anak-anak usia 14 tahun ke bawah.

Namun, mengingat pemerintah komunis Tiongkok yang secara konsisten menyembunyikan fakta epidemi terutama mengenai jumlah kasus paparan, jadi data infeksi yang sebenarnya mungkin melebihi angka resmi.

Selain itu, menurut laporan epidemi yang dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Kota Putian, tercata hingga 16 September, rantai penularan COVID-19 di Kota Putian telah meluas ke 10 sekolahan lokal, termasuk 4 sekolah taman kanak-kanak, 5 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah.

Namun menurut sebuah laporan dari media corong pemerintah komunis Tiongkok ‘Xinhua’, selain Kota Putian, Kota Quanzhou dan Kota Xiamen yang merupakan daerah di mana epidemi telah menyebar, juga terdapat kasus infeksi anak-anak di bawah usia 12 tahun. Dalam gelombang epidemi terakhir di Jiangsu yang disebabkan oleh virus varian Delta, dan epidemi lokal yang terjadi di Jingmen, Hubei, terdapat sekitar 20% pasien yang terpapar virus komunis Tiongkok adalah anak-anak.

Laporan tersebut yang mengutip berita dari Ling Longmei, direktur Pusat Pengendalian Penyakit Putian, menyebutkan bahwa kekebalan anak-anak tidak sebaik orang dewasa. Dan infeksi kelompok akan mudah terjadi dalam waktu singkat di tempat-tempat yang padat orang seperti sekolahan. Selain itu, proses berkembangnya penyakit juga berlangsung lebih cepat pada diri anak-anak, sehingga pengobatannya pun lebih rumit. (sin)

Share

Video Popular