oleh Huang Xiaotang

Saat Confucious Institute keluar dari Amerika Serikat,  Taiwan Chinese Language Learning Center, berdiri di seluruh Amerika Serikat. 

Chen-yuan Tung, Ketua Dewan Urusan Masyarakat Luar Negeri Taiwan (ROC Overseas Community Affairs Council) sebelum mengakhiri kunjungannya di Amerika Serikat, pada 15 September sore mengadakan kunjungan ke Pusat Kebudayaan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di New York. 

Saat berbicara mengenai perkembangan situasi terakhir ia mengatakan bahwa, ketika Institut Konfusius komunis Tiongkok satu demi satu tergeser dari Amerika Serikat, Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Taiwan (Taiwan Chinese Language Learning Center) berdiri di seluruh Amerika Serikat. 

Chen-yuan Tung mengatakan : “Institut Konfusius telah ditentang, dilarang, dan bahkan diusir dari Amerika Serikat. Kami tidak punya niat untuk bersaing dengannya. Tetapi kami bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat, mereka mengundang kami datang, jadi ini adalah dalam rangka kerja sama dengan pemerintah AS”.

“Institut Konfusius yang paling mendapat kritikan dari masyarakat dunia adalah soal intervensinya dalam kebebasan berbicara dan kebebasan akademik”, tegas Chen-yuan Tung. 

Ia mengatakan bahwa memang kritikan tersebut yang dibenarkan oleh pemerintah AS. Namun, berbeda dengan komunis Tiongkok, Taiwan menyediakan lingkungan yang bebas, demokratis, beragam, dan terbuka untuk belajar bahasa Mandarin.

“Lingkungan demikian inilah yang dapat mempromosikan dan memungkinkan teman-teman Amerika Serikat untuk belajar bahasa Mandarin dengan baik”, katanya.

Bahasa adalah memori sejarah dan pembawa budaya. “Ketika Anda belajar melalui bahasa, Anda sebenarnya sedang mendalami budaya, Anda belajar sejarah, dan Anda sedang memahami nilai-nilai”,  “Jika di dalam kelas kita tidak bisa mengkritik komunisme. Lalu bagaimana caranya kita belajar bahasa Mandarin ?” 

Chen-yuan Tung menjelaskan, “Amerika Serikat menganut kebebasan, demokratis, hak asasi manusia, sistem beragam. Ini adalah dasar bagi kelangsungan hidup dan perkembangan Amerika Serikat. Ini juga merupakan nilai yang dimiliki oleh Taiwan dan Amerika Serikat, juga berbagi dalam menikmati kemakmuran. Jadi, kami percaya bahwa kerja sama ini memiliki dasar yang dalam. Landasan ini jauh berbeda dengan landasan Institut Konfusius”

Ia menambahkan : “Kami berharap budaya yang dikembangkan oleh Taiwan dapat lebih dipahami oleh orang Amerika. Oleh karena itu, jika memang benar-benar ingin mempelajari budaya Tionghoa tradisional, daratan Tiongkok sudah bukan tempatnya lagi karena mereka sudah menganut komunisme. Jadi seluruh pemikiran dan praktek konsisten mereka sudah berbeda jauh dengan budaya tradisional”.

Chen-yuan Tung terbang kembali ke Taiwan pada 16 September dini hari, mengakhiri perjalanan sibuknya selama tiga minggu dengan mengunjungi 10 kota di Amerika Serikat. Di masa mendatang pihaknya berencana untuk meluncurkan lebih banyak jaringan dan interaksi fisik dengan pihak yang mendukung di AS. (sin)

Share

Video Popular