Rita Li

Ribuan investor yang tidak puas mengepung kantor-kantor pusat pengembang properti di Tiongkok,  Evergrande, pada (13/9/2021),  yang  memiliki utang besar  untuk menuntut pembayaran kembali atas pinjaman dan produk-produk keuangan.

Evergrande pertama kali diperingatkan pada bulan Agustus mengenai risiko -risiko likuiditas dan gagal bayar utang,  jika Evergrande gagal mengumpulkan uang dan melanjutkan konstruksi.

Kini menjadi kenyataan. Pada Rabu 8 September, para investor menemukan Evergrande  menangguhkan pembayaran terhadap produk-produk manajemen kekayaan, meningkatkan kepanikan di antara para investor yang telah memprotes sejak hari Jumat lalu, yang khawatir uang mereka akan hilang.

Demonstrasi serentak kemudian muncul di kota-kota besar Tiongkok yang mencakup Shenzhen, Chongqing, Chengdu, Xi’an, Mianyang, dan Handan.

“Kembalikan uang hasil jerih payah kami,” demikian sebagian besar slogan berbunyi, juga diteriakkan oleh kerumunan orang banyak. Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa pemerintah daerah mengerahkan sejumlah besar pasukan polisi untuk memantau para peserta.

“Kami baru saja tiba di pintu masuk dan dipukuli oleh para penjaga keamanan dengan pentungan,  Lima dari penjaga keamanan itu memukuli salah satu dari kami” kata seorang pengunjuk rasa di Handan kepada The Epoch Times pada Senin.

Para pengunjuk rasa mulai merekam video dengan menggunakan telepon seluler mereka dan berada di bawah tekanan dari polisi.

“[Polisi] mengambil telepon saya dan menyetrum saya dengan sebuah tongkat listrik, mengancam bahwa saya akan mati jika tidak menghapus video itu, Saya tidak berani memberitahu anda terlalu banyak,”  kata pengunjuk rasa di Handan.

Sebuah ambulans membawa seorang pengunjuk rasa yang terlalu emosional di Zhengzhou menjauh dari adegan itu, disaksikan oleh orang banyak.

Seorang korban mengatakan 70 persen investor berasal dari pemilik real estate Evergrande, sedangkan sisanya adalah staf Evergrande. The Epoch Times tidak mampu untuk membuktikan angka tersebut.

Zhang (nama samaran), seorang anggota keluarga karyawan Evergrande, mengatakan kepada The Epoch Times pada  Jumat lalu, bahwa suaminya adalah salah satu dari 100.000 staf yang telah membeli produk keuangan, bersama dengan keluarga, teman, dan nasabah sang suami yang terdorong untuk berinvestasi.

“Bagaimana seseorang dapat menjalani kehidupan masa depannya setelah membodohi semua orang yang ia kenal?, ini adalah menakutkan, benar-benar menakutkan kata Zhang. Ia menambahkan bahwa orang-orang di sekitar suaminya semuanya berinvestasi lebih dari  600.000 yuan atau 93.000 dolar AS dalam produk tersebut. 

Promosi yang didukung pemerintah juga telah meningkatkan kepercayaan para investor.

“Saya tidak percaya bahwa pemerintah pengatur tidak memiliki tanggung jawab sama sekali, Saya melihat iklan itu setiap hari,” kata investor Lao Zhang (nama samaran), setelah menonton promosi di CCTV dan saluran resmi. 

Namun, media yang dikelola pemerintahan Komunis Tiongkok  meremehkan krisis utang.

Pada Senin malam 13 September, Evergrande membantah desas-desus mengenai kebangkrutannya dan reorganisasi. Laporan Mid-year Evergrande mengklaim perusahaan itu memiliki 778 proyek di 223 kota di Tiongkok per 30 Juni 2021. (Vv)

Share

Video Popular