Erabaru.net. Banyak orang akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahunnya, tetapi justru karena masalah ini membuat hubungan keluarga retak. Bagaimana tidak, seorang wanita berusia 30 tahun bermarga Li yang tinggal di Provinsi Jiangsu, Tiongkok membawa pulang hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit yang menunjukkan bahwa dia sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran sebanyak 7 kali, dan 24 kali melahirkan bayi prematur.

Tentu saja suami maupun ibu mertuanya terkejut dan marah, menuduh menantunya ini berselingkuh, yang tentunya membuat Li merasa tertekan. Dia lalu kembali ke rumah sakit untuk menanyakan ihwal kebenaran dari laporan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.

Baru kemudian pihak rumah sakit tahu bahwa informasi yang diberikan itu salah. Namun, rumah sakit hanya bersedia untuk mengkompensasi dengan 2 ekor ayam betina tua, yang membuatnya sangat marah dan memutuskan untuk menyelesaikan masalah melalui pengadilan.

Menurut laporan media ‘Mei rì xīn bao’, dikatakan wanita Li ini sudah menikah selama 6 tahun dengan suaminya dan memiliki seorang putri.

Baru-baru ini wanita bermarga Li ini pergi ke Rumah Sakit Rakyat Jiangbei untuk melakukan pemeriksaan kesehatan fisik yang hasilnya untuk melengkapi permintaan tempat kerjanya. Namun, tak disangka, 2 bulan kemudian setelah laporannya keluar, ia dibuat tercengang karena dirinya yang sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman melahirkan disebutkan sudah memiliki anak, apalagi sudah 7 kali mengalami keguguran dan 24 kali melahirkan prematur.

 

Suami Li jelas marah besar melihat hasil pemeriksaan itu, dia mencurigai Li suka berselingkuh sebelum mereka berkeluarga. Dia tidak percaya meskipun Li memberikan penjelasan. Karena masalah ini mereka jadi sering bertengkar.

Li mengatakan bahwa karena laporan itu dikeluarkan rumah sakit, sehingga ibu mertuanya tidak mau percaya terhadap penjelasannya.

“Laporan yang diberikan oleh rumah sakit itu tidak mungkin salah,” kata ibu mertuanya.

Li merasa sangat tidak berdaya, dan mengatakan mengapa dokter sama sekali tidak pernah menyinggung hal ini selama pemeriksaan ?

Setelah itu, pihak rumah sakit yang mengetahui munculnya kejadian segera melakukan penyelidikan dan menemukan, bahwa itu adalah kelalaian dari pihak admin rumah sakit. Saat itu, ketika staf medis sedang memasukkan data, karena kursor terus melompat, sehingga terjadi kesalahan input data. Namun, pihak rumah sakit hanya bersedia mengganti kerugian ini dengan dua ekor ayam betina tua.

Melihat tanggapan dari rumah sakit, Li sangat marah, dia mengatakan bahwa hasil laporan pemeriksaan ini telah merusak kehidupan keluarganya.

“Saya tidak mengerti buat apa 2 ekor ayam betina tua itu,” kata Li.

Karena itu, dia lalu mengajukan gugatan di pengadilan. Akhirnya, hakim menengahi, dan kesepakatan dari kedua belah pihak tercapai, yakni rumah sakit setuju untuk membuat ulang hasil laporan pemeriksaan, beserta memberikan kompensasi sebesar RMB. 1.500,- (sekitar Rp 3,3 juta) kepada Li. (sin/yn)

Sumber: aboluowang

Share

Video Popular