oleh Li Mei dan Jiang Diya

Pada Selasa 21 September, tercatat lebih dari 228 juta orang di dunia di luar daratan Tiongkok yang telah didiagnosis terinfeksi COVID-19, dan setidaknya 4,68 juta orang meninggal dunia karenanya. Melbourne, Australia  mewajibkan para pekerja konstruksi untuk menerima vaksinasi telah menimbulkan protes di jalanan. Pada hari Festival Pertengahan Musim Gugur, nol kasus infeksi dan kematian di Taiwan

Pada hari peringatan Festival Pertengahan Musim Gugur, Pusat Komando Epidemi Taiwan mengumumkan bahwa tidak ada kasus infeksi lokal baru dan tidak ada kematian yang terjadi pada hari itu, kecuali terdapat 5 kasus infeksi baru yang masuk dari luar negeri.

Komandan Pusat Komando Epidemi Taiwan Chen Shih-chung mengatakan bahwa ini adalah fenomena yang baik dan diharapkan dapat terus berlanjut.

Pada Selasa, para pekerja konstruksi di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, turun ke jalan untuk memprotes vaksinasi wajib.

Negara Bagian Victoria pada hari Senin 20 September malam mengumumkan bahwa, industri konstruksi di wilayah metropolitan Melbourne dan beberapa daerah terpencil akan ditutup selama dua minggu mulai  Selasa. Semua pekerja konstruksi wajib menerima setidaknya satu dosis vaksin sebelum dapat kembali bekerja pada 5 Oktober.

Tercatat dalam 24 jam terakhir di Negara Bagian Victoria telah menambahkan 603 kasus infeksi lokal dan 1 kasus kematian.

Pada saat yang sama, 1.022 kasus infeksi baru dan 10 kasus kematian dikonfirmasi di negara bagian tetangganya yakni New South Wales.

Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard mengatakan : “Kasus terutama masih terjadi di barat dan barat daya Sydney, tetapi tingkat vaksinasi kami di barat daya dan barat Sydney juga sangat tinggi”.

Bendera putih yang diletakkan di lapangan hijau di depan Monumen Washington adalah untuk memperingati setiap orang Amerika yang meninggal karena virus komunis Tiongkok atau COVID-19.

Jumlah kematian akibat epidemi di Amerika Serikat telah melebihi 676.000, melebihi jumlah kematian selama flu Spanyol pada tahun 1918. Flu itu telah merenggut sekitar 50 juta jiwa di seluruh dunia.

Pada  Senin, 20 September Gedung Putih mengumumkan bahwa mulai awal November, AS akan membuka kembali perjalanan dengan pesawat terhadap wisatawan dari Tiongkok, India, Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan banyak negara Eropa setelah mereka menjalani vaksinasi lengkap.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS akan menentukan vaksin mana yang memenuhi persyaratan AS, termasuk vaksin asing yang belum disetujui oleh badan pengatur AS. Warga negara asing perlu menunjukkan bukti vaksinasi sebelum keberangkatan dan tidak perlu menjalani karantina setelah tiba di Amerika Serikat. (sin)

Share

Video Popular