Erabaru.net. Perusahaan mobil Nissan mempekerjakan anggota staf yang memiliki ‘indra penciuman yang tajam’—untuk memastikan produknya memiliki ‘bau mobil baru’ yang sangat penting.

Peter Karl Eastland memiliki gelar master dalam bidang kimia dan ilmu forensik dari Universitas Leicester, Inggris. Tapi dia juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam, sebuah bakat yang dia sadari sejak usia dini, yang memungkinkan dia mengidentifikasi lebih dari 15 kategori bau.

Nissan menyadari bahwa dia memiliki ‘hidung untuk pekerjaan itu’ dan menunjuknya sebagai ‘insinyur utama evaluasi bau’ di European Technical Center di Bedfordshire.

Tugasnya adalah memastikan para konsumen dalam model Qashqai baru tidak terganggu oleh bau yang tidak menarik.

Peter, yang dijuluki ‘Hidung Nissan’, mengatakan: “Saya ingat ketika masih kecil, saya bermain game di mana kami harus mengidentifikasi berbagai bahan makanan, seperti rasa keripik, permen, atau minuman hanya dengan baunya.”

“Saya dapat dengan benar mengidentifikasi perbedaan antara barang supermarket merek sendiri dan produk merek terkemuka, bahkan walau rasanya sama.’’

“Di Nissan, saya bekerja dengan banyak bahan yang berbeda, misalnya polimer, karet, dan perekat.”

“Memiliki hidung yang terlatih berarti saya dapat membedakan antara kulit palsu dan kulit asli, atau kain.’’

“Kami bertujuan untuk memberikan pengalaman sensorik terbaik bagi pelanggan. Sementara selera dan preferensi berkembang dari waktu ke waktu, bau tetap konstan.”

“Oleh karena itu, adalah bagian dari tugas kami untuk memastikan bahwa bahan apa pun yang kami gunakan selalu sempurna dalam hal bau dan semuanya itu selaras.”

Bekerja sama dengan tim teknik dan manufaktur Nissan, Peter dan timnya menguji semua bahan, seperti bahan lunak yang digunakan untuk kursi berlapis berlian 3D baru dalam berbagai kondisi untuk meniru lingkungan dunia nyata.

Mereka harus mempertimbangkan bahwa sifat kimia dari bahan-bahan ini, seperti bau, dapat berubah sesuai dengan suhu.

Di mana bahan atau bahan kimia baru yang potensial ditemukan berdampak negatif pada suasana kabin secara keseluruhan, Peter dan rekan-rekannya akan mengidentifikasi cara alternatif untuk memastikan ‘kesucian’ bau mobil baru.

Proses evaluasi memadukan penilaian obyektif dan subyektif, yang berpuncak pada proses ketat yang tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat dalam mengejar bau mobil baru yang sempurna.

David Moss, wakil presiden senior, Penelitian & Pengembangan Wilayah, menambahkan,: “Bau mobil baru itu bukan hanya konsekuensi dari proses manufaktur.”

“Pengerjaan berbulan-bulan dicurahkan selama fase pengembangan kendaraan baru untuk menganalisis dengan cermat penggunaan bahan dan bahan kimia, seperti kain jok, perekat, dan polimer, untuk memastikan bahwa mereka tidak menghasilkan bau yang tidak sedap untuk penghuni mobil.”

“Ini mencerminkan upaya yang dilakukan Nissan untuk menjadikan pengalaman kepemilikan setiap Nissan baru persis seperti yang diharapkan dan diinginkan pelanggan kami—bahkan di area yang sangat khusus ini.” (lidya/yn)

Sumber: goodnewsnetwork

Share

Video Popular