oleh Zhang Ting

Para pemimpin dari Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia mengadakan KTT Quad secara tatap muka pertama di Gedung Putih pada Jumat (24/9/2021) dan mengeluarkan pernyataan bersama

Pernyataan dari para pemimpin Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia dalam KTT Quad  berfokus pada sepuluh masalah utama, antara lain berupaya untuk menciptakan vaksin berkualitas tinggi, membangun infrastruktur yang berstandar tinggi, jaringan 5G yang aman, kerja sama di dunia maya, dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh keempat kepala negara menyebutkan bahwa pada momen bersejarah ini, keempat negara kembali menegaskan komitmen kemitraan yang timbal balik dan memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Terselenggarakannya KTT Quad adalah kesempatan bagi kita dan dunia untuk kembali fokus pada kawasan Indo-Pasifik dan visi yang ingin kita capai bersama. Kita berkomitmen untuk mempromosikan kebebasan, keterbukaan, berbasis aturan, berakar pada hukum internasional. Kita bertekad memperkuat keamanan dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik dan kawasan lainnya. Demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kita mendukung supremasi hukum, kebebasan navigasi, penyelesaian sengketa secara damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan integritas wilayah nasional. Bunyi pernyataan itu. Selain itu, keempat kepala negara juga menyambut baik strategi kerja sama UE-Indo-Pasifik yang dicanangkan pada bulan September 2021.

Menanggapi COVID-19

Pernyataan bersama menyebutkan bahwa sebagai tanggapan terhadap epidemi yang terus berkembang, para pakar ternama dari keempat negara telah membentuk Kelompok Pakar Vaksin Quad (Quad Vaccine Experts Group), yang bertugas untuk merespons terhadap COVID-19 di kawasan Indo-Pasifik melalui jalinan kerjasama yang kuat dan saling menyesuaikan dalam mendukung keamanan kesehatan.

Sejak pertemuan pertama, kita telah membuat kemajuan besar dalam mengatasi beberapa tantangan paling mendesak di dunia seperti pandemi COVID-19, krisis iklim, teknologi kritis dan baru.

Hingga saat ini, sebagai bagian dari komitmen ini, kita telah memasok sebanyak hampir 79 juta dosis vaksin yang aman, efektif, dan terjamin kualitasnya ke negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

Pernyataan bersama juga menyebutkan bahwa India juga akan meningkatkan produksi vaksin. “Kita juga menyadari pentingnya rantai pasokan yang terbuka dan aman untuk produksi vaksin”.

Pernyataan menyebutkan bahwa India mengumumkan dimulainya kembali ekspor vaksin COVID-19 yang aman dan efektif mulai bulan Oktober 2021. 

Jepang akan terus membantu mitra regional membeli vaksin melalui pinjaman dukungan darurat tanggap krisis COVID-19 senilai USD. 3,3 miliar. Australia akan menghibahkan USD. 212 juta untuk membeli vaksin bagi negara di Asia Tenggara dan Pasifik.

Pernah ada analisa terdahulu yang menunjukkan bahwa, kerja sama vaksin dari empat negara itu bertujuan untuk menanggapi diplomasi vaksin pemerintah komunis Tiongkok yang tidak bertanggung jawab. 

Pada  Maret tahun ini, Menlu AS Antony Blinken mengutuk diplomasi vaksin komunis Tiongkok dengan mengatakan, pemerintah komunis Tiongkok tak segan-segan untuk mengorbankan kesehatan masyarakat demi kepentingan politik. Pasalnya, mereka memasok vaksin dengan embel-embel persyaratan, bahkan menerapkan persyaratan yang lebih kuat terhadap negara tertentu. Negara-negara ini baru bisa memperoleh vaksin jika mereka setuju.

Pernyataan bersama keempat kepala negara itu juga menyebutkan : Kita juga akan memperkuat kerja sama ilmiah, teknologi di bidang uji klinis dan pemantauan genom untuk mempercepat berakhirnya pandemi ini, serta membangun sistem kesehatan dan keselamatan yang lebih baik.

Mengatasi krisis iklim

Pernyataan bersama menyebutkan, keempat negara telah bergabung untuk menangani krisis iklim dan berusaha untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celcius atau 2,7 derajat Fahrenheit (dibandingkan dengan pra-industri).

Kita akan bekerja sama untuk membangun rantai pasokan energi bersih yang tangguh dan bertanggung jawab, memperkuat infrastruktur tahan bencana dan aliansi sistem informasi iklim. 

Keempat negara akan bekerja sama untuk mencapai kesuksesan di KTT COP26 dan G20 untuk mempertahankan tingkat ambisi pencapaian iklim dan inovasi yang diperlukan saat ini.

Kerjasama di bidang teknologi utama untuk menciptakan jaringan 5G yang aman

Pernyataan menyebutkan : “Kita telah menjalin hubungan kerja sama dalam teknologi utama untuk memastikan bahwa desain, pengembangan, tata kelola, dan penggunaan teknologi dipengaruhi oleh nilai-nilai bersama kita yang menghormati hak asasi manusia universal. Kita akan bekerja dengan industri untuk mempromosikan keamanan, keterbukaan, dan penyebaran jaringan 5G dan ultra-5G yang transparan. Bekerja sama dengan serangkaian mitra, untuk mendorong inovasi,  mempromosikan pemasok dan metode yang dapat diandalkan.

Keempat negara akan bekerja sama untuk mempromosikan kerja sama publik-swasta. Dalam pengembangan standar teknis, kami akan membentuk kelompok kontak khusus industri untuk mempromosikan metode yang terbuka, inklusif, dipimpin sektor swasta, multi-stakeholder dan berdasarkan pendekatan konsensus. Kita juga akan berkoordinasi dan bekerja sama dalam organisasi standardisasi multilateral seperti International Telecommunication Union.

Membangun rantai pasokan teknologi dan material utama

Pernyataan juga menyebutkan bahwa keempat negara saat ini sedang menangani masalah rantai pasokan teknologi dan material utama, termasuk semikonduktor, dan menegaskan kembali komitmen aktif keempat negara untuk membangun rantai pasokan teknologi utama yang fleksibel, terdiversifikasi, dan aman. Selain itu, keempat negara menyadari pentingnya langkah-langkah dan kebijakan dukungan pemerintah yang transparan dan berorientasi pasar.

Kita sedang memantau tren teknologi utama yang muncul di masa depan, dimulai dengan bioteknologi, dan mengidentifikasi peluang kerja sama terkait. Hari ini, kita juga merilis Prinsip Quad yang menyangkut desain, pengembangan, tata kelola, dan penggunaan teknologi. Kita berharap ini tidak hanya akan memandu kawasan ini, tetapi juga membimbing dunia menuju inovasi yang bertanggung jawab, terbuka, dan berstandar tinggi. 

Kerjasama di bidang infrastruktur

Selain itu, keempat negara juga menyatakan pembentukan kemitraan infrastruktur Quad baru yang rencananya akan bertemu secara berkala untuk mengkoordinasikan pekerjaan, pemetaan kebutuhan infrastruktur kawasan, dan mengoordinasikan kebutuhan dan peluang kawasan. Kita akan bekerja sama untuk memberikan bantuan teknis, menyediakan alat penilaian untuk mitra regional, dan mempromosikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Di samping itu, kita juga mendukung pekerjaan infrastruktur G7 dan berharap dapat bekerja dengan mitra yang berpikiran sama, termasuk Uni Eropa.

Pernyataan bersama itu juga menyebutkan : Kita menegaskan kembali prinsip-prinsip investasi infrastruktur berkualitas tinggi G20, dan akan memperbarui upaya untuk menyediakan infrastruktur berstandar tinggi di kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan mengatakan, kita menekankan pentingnya mendukung negara-negara kreditur utama untuk memberikan pinjaman yang terbuka, adil dan transparan sesuai dengan aturan dan standar internasional, termasuk keberlanjutan dan akuntabilitas utang, dan meminta semua kreditur untuk mematuhi aturan dan standar ini.

Pernyataan ini oleh dunia luar dianggap sebagai upaya untuk menentang inisiatif One Belt One Road (OBOR) komunis Tiongkok yang banyak mendapat kecaman dari negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir. OBOR telah dituduh sebagai jebakan utang pemerintah komunis Tiongkok. Kontrak yang ditandatangani oleh pihak berwenang komunis Tiongkok dengan negara-negara mitranya tidak transparan, sehingga banyak negara kecil telah jatuh ke dalam krisis utang yang berat gara-gara bergabung dalam proyek OBOR.

Kerjasama di bidang dunia maya

Pernyataan menyebutkan bahwa keempat negara telah memulai kerja sama baru di dunia maya dan berjanji untuk mempererat kerja sama dalam memerangi ancaman dunia maya, meningkatkan ketahanan, dan melindungi infrastruktur penting mereka. 

Di bidang antariksa, kita akan mencari peluang kerja sama baru dan berbagi data satelit untuk tujuan damai, seperti pemantauan perubahan iklim, tanggap bencana dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta mengatasi tantangan di bidang bersama. Kita juga akan melalui negosiasi untuk memastikan aturan, norma, pedoman, dan prinsip untuk pemanfaatan ruang angkasa.

Mempromosikan program beasiswa Quad (Quad Fellowship)

Pernyataan bersama menjelaskan, program beasiswa percontohan ini akan memberikan beasiswa pascasarjana kepada 100 orang mahasiswa pascasarjana sains, teknologi, teknik, dan matematika terbaik di empat negara. 

Melalui program beasiswa, talenta STEM generasi mendatang akan siap untuk memimpin Quad dan mitra lainnya yang berpemikiran ingin bergerak menuju inovasi dan membentuk masa depan kita bersama.

Melawan terorisme

Pernyataan itu juga menghadapi situasi yang berkembang di Asia Selatan, keempat negara akan secara erat mengoordinasikan kebijakan luar negeri, ekonomi, dan hak asasi manusia mereka dalam menghadapi Afghanistan, dan akan memperdalam kerja sama kontra-terorisme dan kemanusiaan dalam beberapa bulan mendatang sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 2593.

Kita berdiri bersama untuk mendukung rakyat Afghanistan dan menyerukan Taliban untuk memberikan jalan yang aman bagi siapa saja yang ingin meninggalkan Afghanistan, dan untuk memastikan bahwa hak asasi manusia semua warga Afghanistan, termasuk kaum perempuan, anak-anak dan etnis minoritas perlu dihormati.

Memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik

Pernyataan itu menyebutkan bahwa keempat negara akan melipatgandakan upaya mereka dalam memastikan bahwa Quad menjadi kekuatan perdamaian, stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik. 

Untuk itu, kita akan terus mengadvokasi kepatuhan terhadap hukum internasional, khususnya hukum internasional yang tercakup dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), dalam rangka menjawab tantangan tatanan maritim berbasis aturan, termasuk tantangan di Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan.

Denuklirisasi Korea Utara

Keempat negara menegaskan kembali komitmen mereka untuk merealisasikan denuklirisasi lengkap Korea Utara sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, dan menegaskan perlunya segera menyelesaikan masalah penculikan warga Jepang. 

Kita mendesak Korea Utara untuk mematuhi kewajiban PBB dan menahan diri dari perbuatan provokasi. Kita juga meminta Korea Utara untuk melibatkan diri dalam dialog substantif.

Selain itu, keempat negara juga meminta militer Myanmar untuk mengakhiri kekerasan dan membebaskan semua tahanan politik. (Sin)

 

Share

Video Popular