NTD Asia Pasific

Kekurangan chip global terus berlanjut.  Periode pengiriman chip pada Agustus  diperpanjang hingga 21 minggu, memaksa produsen mobil Jepang seperti Honda dan Toyota  mengurangi produksi. Sedangkan beberapa model mobil harus menunggu waktu berikutnya. Pengiriman hanya bisa dilakukan dalam setahun. Pasar mobil Eropa juga terpukul, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah pendaftaran mobil baru di bulan Juli dan Agustus  masing-masing turun sebesar 23% dan 18%

“Bloomberg” melaporkan pada  22 September periode pengiriman chip pada Agustus diperpanjang menjadi 21 minggu, meningkat 6 hari dari bulan sebelumnya, mencatat rekor waktu tunggu terlama sejak

Laporan “Wall Street Journal” pada 17 September lalu menyebutkan, selama pandemi, karena orang terjebak di rumah, chip mobil dipindahkan untuk memenuhi lonjakan permintaan produk elektronik. Sedangkan pasokannya menjadi lebih ketat karena gangguan bencana alam. Rantai pasokan, serta merebaknya kasus COVID-19 di area manufaktur chip yang utama, krisis ini dapat menyebabkan produsen mobil global kehilangan pendapatan sekitar US$ 110 miliar tahun ini.”

Menurut Nikkei Shimbun, Honda, yang menghentikan beberapa pabrik selama beberapa bulan, mengumumkan bahwa produksi mobil Jepang pada bulan Agustus dan September akan berkurang sekitar 60%. Sedangkan pabrik Suzuka dan Sayama akan memangkas produksi sebesar 40% pada awal Oktober. Mungkin diperlukan waktu lebih dari setahun untuk mengirimkan SUV Vezel, sementara model N-One harus menunggu lebih dari setengah tahun.

Pada  Juli lalu, Toyota telah memberitahu konsumen bahwa mungkin diperlukan lebih dari satu tahun untuk membeli SUV Land Cruiser, dan mengonfirmasi hanya untuk penggunaan pribadi di Jepang. Mulai Oktober, Toyota akan mengurangi produksi lebih lanjut. Sebanyak 14 pabrik di Jepang akan menghentikan sementara operasi selama beberapa hari, sehingga memungkinkan waktu tunggu lebih dari dua tahun.

Penyiar Deutsche Welle melaporkan, “Toyota  akan memangkas produksi 300.000 unit mobil tahun ini karena kekurangan chip global dan kekurangan komponen otomotif di pabrik-pabrik Asia Tenggara.”

Nikkei Shimbun memperkirakan bahwa skala pengurangan produksi oleh enam produsen mobil Jepang akan mencapai 1,05 juta unit. Sedangkan Suzuki dan Subaru mungkin juga tak mengkatifkan lebih banyak fasilitas.

Pada saat yang sama, penjualan mobil baru di Eropa terus memburuk. Menurut data dari Asosiasi Produsen Otomotif Eropa (ACEA) pada  16 September, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah pendaftaran mobil baru turun terus menerus pada bulan Juli dan Agustus, dengan penurunan masing-masing 23,6% dan 18,1%.

Reporter Bloomberg, Christoph Rauwald melaporkan, Mercedes mengalami penurunan 40% pada bulan lalu terkait penjualan yang cukup mengkhawatirkan. Tetapi sulit untuk memprediksi bagaimana produsen akan mengimbangi kesulitan ini dalam beberapa bulan ke depan.”

Boston Consulting Group (BCG) memperkirakan produksi mobil global akan turun 7-9 juta unit tahun ini. Sedangkan pasokan chip otomotif tidak akan stabil hingga paruh kedua tahun depan. Produsen mobil asing percaya bahwa kekurangan tersebut tidak akan teratasi sampai tahun depan atau tahun 2023. (hui)

Share

Video Popular