Erabaru.net. Rani, sapi kecil menjadi sensasi internet dan daya tarik wisata kehidupan nyata berkat tubuhnya yang hanyar setinggi 50 cm, yang membuatnya seukuran anjing.

Beberapa minggu setelah pemilik Rani, Kazi Mohammad Abu Sufian menyerahkan pengukurannya, Guinness World Records telah mengkonfirmasi bahwa mereka lebih kecil dari sapi paling mini sebelumnya.

Kazi terpaksa harus mempekerjakan tiga penjaga keamanan untuk melindungi Rani dari hiruk-pikuk pengunjung di peternakannya dekat Dhaka di Bangladesh.

Itu sampai dia mati karena penumpukan gas dalam perut pada 19 Agustus dalam usia dua tahun, lapor Mail Online.

Kazi mengatakan dia menerima email pada hari Senin (27/9) dari Guinness World Records yang mengatakan bahwa ukuran Rani telah diterima dan diakui sebagai sapi terkecil yang pernah hidup.

Pemegang rekor sebelumnya adalah Manikyam, sapi India setinggai 60 cm.

Kazi mengatakan kepada kantor berita AFP: “‘Kami mengirim beberapa video Rani sesuai dengan permintaan Guinness World Records. Kami juga telah mengirim laporan post-mortem ke otoritas Guinness untuk melihat bahwa tidak ada yang aneh dengan kematiannya.”

“Kami memiliki perasaan campur aduk setelah Rani mendapat pengakuan. Kami senang dia mendapatkan penghargaan yang pantas. Tapi kami juga sangat sedih karena dia tidak lagi bersama kami.”

“Pengasuhnya menangis segera setelah kami memberi tahu dia berita itu.”

Peternakan di Charigram, 19 mil barat daya Dhaka dilaporkan menerima sekitar 15.000 pengunjung dalam tiga hari selama musim panas saat berita tentang Rani menyebar.

Rani adalah sapi yang menderita dwarfisme yang menurut seorang dokter hewan adalah hasil dari ‘perkawinan sedarah genetik’.

Kazi sebelumnya mengatakan kepada The Washington Post: “Dia berlari secepat kelinci yang kami miliki di peternakan,” katanya, menambahkan bahwa dia menghibur para petani dan pengunjung dengan kepribadiannya yang besar.

“Dia bertingkah seperti seorang ratu, dan selalu suka menjaga kebersihan.”

Manajer pertanian, M.A. Hasan Howlader mengatakan pada saat itu: “Kami tidak mengharapkan daya tarik yang begitu besar.”

“Kami tidak mengira orang akan meninggalkan rumah mereka karena situasi virus yang memburuk. Tetapi mereka datang ke sini berbondong-bondong.” (yn)

Sumber: dailystar

Share

Video Popular