Erabaru.net. 83 staf yang di pekerjakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menangani virus Ebola di Republik Demokratik Kongo telah dituduh memaksa beberapa pria dan wanita lokal untuk berhubungan seks dengan mereka sejak 2018, yang mengakibatkan 29 kehamilan, termasuk anak perempuan berusia 13 tahun. Setelah insiden itu diungkapkan oleh media, WHO membentuk komite independen untuk menyelidiki.

Asosiasi Penyiaran Jepang (NHK) melaporkan bahwa sejumlah personel terkait WHO yang menangani virus Ebola di Kongo memaksa sejumlah penduduk setempat untuk berhubungan seks dengan mereka dari 2018 hingga 2020.

WHO merilis laporan investigasi setelah mewawancarai 75 pria dan wanita Kongo berusia 13 hingga 43 tahun yang mengaku menjadi korban.

Ditetapkan bahwa 83 orang yang terkait dengan kegiatan WHO memaksa penduduk setempat untuk berhubungan seks dengan mereka, sehingga 29 wanita hamil, di antara mereka, seorang gadis berusia 13 tahun menjadi sasaran kekerasan seksual dan hamil.

BBC melaporkan, dari 83 pelaku, 21 orang dipekerjakan langsung oleh WHO, sebagian besar dari Republik Demokratik Kongo, dan sisanya dari negara lain.Selain melakukan pelecehan, mereka juga termasuk 9 tuduhan pemerkosaan.

Laporan itu mengatakan bahwa beberapa wanita diserang di rumah sakit setelah mabuk dan dipaksa berhubungan seks.

Setelah insiden itu terungkap, Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tampil untuk meminta maaf atas hal ini. Dia mengatakan bahwa organisasi WHO perlu melakukan reformasi komprehensif dan akan melakukan segala kemungkinan untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi.(yn)

Sumber: ntdtv

Share

Video Popular