oleh Li Jinfeng

Setelah pembatasan penggunaan listrik terpaksa dilakukan di banyak provinsi di daratan Tiongkok, terdapat berita yang beredar bahwa perusahaan ekspor listrik milik negara Rusia telah menerima permintaan dari pemerintah komunis Tiongkok untuk menambah pasokan listrik ke daratan Tiongkok

Pada 29 September, Reuters melaporkan bahwa Inter RAO, perusahaan ekspor listrik milik Rusia menyebutkan pada hari yang sama bahwa mereka telah menerima permintaan dari pihak berwenang Tiongkok untuk menambah pasokan listrik.

Disebutkan oleh Inter RAO bahwa beberapa provinsi di utara daratan Tiongkok sedang menghadapi kekurangan pasokan listrik. Sehingga pemadaman listrik di beberapa daerah di Tiongkok melumpuhkan industri lokal.

Pada hari yang sama, Reuters dalam laporan lainnya yang mengutip ucapan juru bicara Inter RAO melaporkan bahwa, komunis Tiongkok meminta Rusia untuk mengekspor lebih banyak listrik ke daerah-daerah yang kekurangan daya di daratan Tiongkok bagian utara, dan perusahaan sedang mempertimbangkan masalah peningkatan ekspor ini.

Menurut laporan tersebut, ekspor listrik Inter RAO ke daratan Tiongkok tahun lalu menurun sebanyak 1,3% menjadi 3,06 miliar kilowatt-jam (kWh), dan data semester pertama tahun ini menunjukkan penurunan menjadi 1,25 miliar kilowatt-jam, atau turun 7,2 % dari periode yang sama tahun lalu.

Jalur transmisi listrik antara Tiongkok dengan Rusia dapat menyediakan hingga 7 miliar kilowatt-jam listrik setiap tahunnya.

Dikabarkan bahwa pada 28 September, Han Jun, Gubernur Provinsi Jilin mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan pembelian batu bara dari Rusia, Mongolia, dan Indonesia. Namun, laporan tersebut menyebutkan bahwa Kementerian Energi Rusia menyatakan pihaknya belum menerima permintaan untuk meningkatkan ekspor batu bara ke daratan Tiongkok. (sin)

 

Share

Video Popular