Li Lan – NTD

Kembalinya Meng Wanzhou, mantan kepala keuangan Huawei, dihebohkan oleh Komunis Tiongkok. Namun, di balik kasus ini, ada yang tidak diungkapkan oleh media, apakah itu?

Pada 24 September 2021, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou, sempat menjadi tahanan rumah di Kanada selama tiga tahun. Ia kini mencapai “perjanjian penuntutan yang tertunda” dengan Pengadilan Federal AS. 

Segera setelah itu, Meng Wanzhou kembali ke Tiongkok dengan pesawat khusus. Pada hari yang sama, pengusaha Kanada Michael Spaffer, yang disandera oleh Komunis Tiongkok selama tiga tahun,  mantan diplomat Kanada, Kang Mingkai juga terbang keluar dari Beijing sehari kemudian tanggal 26 September.  Sepasang saudara Amerika, Victor Liu dan Cynthia Liu yang telah dilarang meninggalkan negara itu selama tiga tahun oleh Komunis Tiongkok juga kembali ke Amerika Serikat.  Mereka adalah putra dan putri Liu Changming, mantan kepala Bank of Communications cabang Guangzhou yang melarikan diri pada tahun 2007.

Media resmi Komunis Tiongkok mempromosikan Meng Wanzhou sebagai “pahlawan nasional”, akan tetapi mereka tidak pernah menyebut nama-nama dari empat orang ini. 

Selain itu, Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri Komunis Tiongkok , menuding tuduhan Departemen Kehakiman AS terhadap Meng “murni palsu.” 

Namun demikian, menurut dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, Meng Wanzhou mengakui bahwa selama masa jabatannya sebagai chief financial officer Huawei, ia menipu sebuah lembaga keuangan terkait operasi bisnis Huawei di Iran, yang menyebabkan lembaga tersebut melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Komentator  Wen Zhao mengatakan, Penipuan yang diproklamirkan di dalam (Komunis Tiongkok) sering kali didasarkan pada penggunaan ambiguitas bahasa  serta ketidaktahuan orang-orang Tiongkok tentang prosedur peradilan. Meng Wanzhou mengakuinya ke Departemen Kehakiman AS atas tuduhan dalam kesepakatan yang dicapai dengan Departemen Kehakiman AS. Isi pengakuan uang ditandatangani, pada kenyataannya, inilah yang biasanya disebut orang Tiongkok sebagai kesepakatan pembelaan.”

Ketika Meng Wanzhou sedang transit di Vancouver pada Desember tahun 2018, Kanada menangkapnya atas permintaan otoritas AS. Selanjutnya, Pengadilan Federal AS mendakwa Meng dalam kasus penipuan bank terkait bisnis Huawei di Iran. Lebih dari seminggu kemudian, pihak berwenang Tiongkok menangkap dua warga Kanada dan menuduh mereka melakukan spionase.

Setelah tiga tahun mengalami kebuntuan antara Tiongkok, Amerika Serikat, dan Kanada, pada awal September tahun ini, Biden berbicara tentang kasus Meng Wanzhou selama panggilan telepon dengan Xi Jinping. Setelah itu, pihak Meng Wanzhou tiba-tiba mengubah posisi yang selalu ditekankan sebelumnya. Ia bersedia mengakui tuduhan yang dibuat oleh Amerika Serikat terhadapnya.

Komentator Jiang Feng menuturkan, “Departemen Kehakiman AS tidak meminta Meng Wanzhou untuk mengakui bersalah atau tidak. Anda sendiri yang mengakui tentang fakta-fakta yang merupakan sebagai kejahatan. Jika Anda mengakuinya, kami bisa tidak menuntut Anda terlebih dulu. Departemen Kehakiman AS sedang memainkan permainan kata-kata dan berarti tidak menangkap orang yang tidak bersalah, tetapi kami tidak menuntutnya. mengapa? Inilah Transaksi politik. “

Analisis tersebut percaya  Amerika Serikat melalui langkah ini, menukar sandera yang ditahan oleh Komunis Tiongkok, tetapi juga dengan imbalan Komunis Tiongkok untuk mencegah Taliban terus mempermalukan pemerintahan Biden dalam masalah Afghanistan. Untuk Komunis Tiongkok, meskipun ekstradisi AS terhadap Meng Wanzhou tidak terjadi, kejahatan Huawei sebenarnya telah dikonfirmasi.

Jiang Feng mengatakan setelah penandatanganan perjanjian antara Meng Wanzhou dan pemerintah AS, Meng Wanzhou dapat melepaskan diri. Sedangkan harga termahal adalah bahwa perjanjian yang ditandatangani oleh Meng Wanzhou menjadi kejahatan tetang ekspansi luar negeri Huawei.” (hui)

Share

Video Popular