oleh Li Zhaoxi

Sebuah bom bunuh diri terjadi di luar Masjid Eidgah di Kabul, Afghanistan pada Minggu (3/10/2021). Saat itu bertepatan sedang berlangsungnya pemakaman ibu dari Zabihullah Mujahid, seorang  juru bicara Taliban, Wakil Menteri Penerangan dan Kebudayaan Taliban. Ledakan menewaskan sedikitnya 8 orang.

Menurut laporan Wall Street Journal pada hari Minggu, Taliban  memasang garis polisi sepanjang 200 meter di dekat masjid. Pada sore harinya, ada orang melihat beberapa anggota Taliban beribadat di daerah aman.

Seorang anggota Taliban mengatakan kepada reporter Wall Street Journal : “Terlihat ada seorang yang berpakaian burka datang dan seketika itu meledak terjadi. Saya jatuh tak sadarkan diri. Saya tidak tahu apakah itu dia atau pelaku bom bunuh diri lainnya. Namun, ketika saya pulih kesadaran, saya melihat rekan saya kehilangan kedua kakinya”.

Media lokal mengutip laporan dari Kementerian Dalam Negeri memberitakan bahwa 8 orang tewas dan 20 orang lainnya terluka, tetapi seorang pejabat Taliban yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa jumlah kematian dan cedera mungkin akan bertambah.

Upacara pemakaman ibunda Zabihullah Mujahid pada pekan lalu telah menyebabkan kematian beberapa warga sipil di daerah itu, lantaran tersebar melalui media sosial berita yang mengundang semua orang dan teman-teman untuk berpartisipasi dalam upacara itu. 

Masjid ini berjarak tidak sampai 1 mil dari gedung Kementerian Pertahanan Afghanistan dan Istana Kepresidenan. Reporter Bilal Sarwary dalam pesan Tweet-nya menyebutkan bahwa ini adalah kegagalan Taliban dalam menangani keamanan dan intelijen.

Sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan, identitas asli Zabihullah Mujahid dirahasiakan. Baru-baru ini kepada sebuah surat kabar Pakistan ia mengatakan bahwa dirinya telah bergabung dengan Taliban pada usia 16 tahun dan terus berada di Kabul, melakukan kegiatan “di bawah pengawasan tentara Amerika”.

Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, Zabihullah Mujahid telah menjadi juru bicaranya, mengorganisir konferensi pers awal dan menjanjikan bahwa Taliban berbeda dari rezim sebelumnya yang dinilainya brutal. Tetapi banyak dari janji-janji yang pernah ia keluarkan, termasuk mengenai hak-hak perempuan, tidak ada yang terlaksana.

Pada  Minggu, sebelum bom bunuh diri terjadi, Pemerintahan sementara Taliban mengadakan rapat umum pro-Taliban di Kohdaman, pinggiran berbukit dekat Kota Kabul yang dihadiri sekitar 1.500 orang pria dan anak laki-laki.

Khalil Haqqani, Menteri Pengungsi yang dikenal sebagai teroris oleh Amerika Serikat pada tahun 2011 mengatakan : “Tujuan kita telah tercapai. Saran saya kepada dunia adalah biarkan Afghanistan diurus sendiri oleh Afghanistan”.

Ledakan yang terjadi kemudian tampaknya menjadi tanggapan atas pidato Khalil Haqqani. Tidak ada organisasi yang mengaku bertanggung jawab terhadap ledakan itu, tetapi para analis menduga bahwa itu dilakukan oleh cabang organisasi ekstremis ISIS di Provinsi Khorasan (IS-K).

Charlie Winter, direktur riset perusahaan keamanan ExTrac, menulis di Twitter bahwa ledakan itu kemungkinan merupakan eskalasi terbaru dari operasi Taliban di Provinsi Khorasan yang dikuasai ISIS.

IS-K telah lama berselisih dengan Taliban. Pada kejadian bom bunuh diri  di Kabul pada Agustus tahun ini, IS-K telah menewaskan sedikitnya 180 orang, termasuk tentara Amerika dan Taliban. Permusuhan antar keduanya masih terus meningkat dalam 2 pekan terakhir, IS-K mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan di Provinsi Nangarhar timur.

Sebuah laporan terbaru dari PBB menyebutkan bahwa IS-K memiliki 500 hingga 1.200 orang pejuang. Tetapi para ahli mengatakan jumlah ini mungkin meningkat menjadi 10.000 orang dalam beberapa tahun ke depan. (sin)

Share

Video Popular