Jing Zhongming

Pada 1 Oktober 2021, Jaringan Global Media Partai mengutip laporan dari media daratan Tiongkok bahwa sejumlah besar “penyerahan diri di luar negeri” di Myanmar memilih untuk kembali ke daratan Tiongkok dari Ruili, Yunnan. Masih ada puluhan ribu orang yang menunggu untuk memasuki negara itu, sehingga tindakan pencegahan epidemi di Ruili menjadi kewalahan.

Menurut laporan itu, banyak tempat di seluruh negeri  mengeluarkan jenis pengumuman persuasif “berencana untuk membatalkan pendaftaran rumah tangga”, terutama menargetkan “orang-orang yang melintasi perbatasan antara Tiongkok dan Myanmar dan yang terdampar di Myanmar utara untuk terlibat dalam kegiatan ilegal dan kriminal seperti telekomunikasi dan penipuan.”

Menurut laporan The Epoch Times pada Juni lalu, pemberitahuan repatriasi pihak berwenang tidak ditujukan untuk penipu, tetapi dikeluarkan terhadap lebih dari 100.000 orang Tiongkok di Myanmar utara.

Laporan tersebut mengutip seorang Tionghoa di Myanmar utara yang mengungkapkan bahwa, mulai Mei lalu, orang Tiongkok di Myanmar utara pada dasarnya telah menerima telepon dari pejabat desa atau kantor polisi di kampung halaman mereka. Aparat tersebut meminta mereka untuk kembali ke negara itu sebelum batas waktu yang ditentukan. Banyak pedagang yang membuka supermarket dan restoran di Myanmar utara juga harus melepaskan barang-barang di tangan mereka dan menjual tokonya.  Kemudian dengan berat hati kembali ke daratan Tiongkok.

Menurut pemberitahuan yang dikeluarkan oleh pemerintah Hubei, Hunan, Guangdong, Guangxi, Jiangxi, Zhejiang, Fujian, Sichuan, Guizhou dan tempat-tempat lain di Tiongkok, pihak berwenang menuntut untuk tetap tinggal di negara itu dengan alasan “memerangi penipuan dan perbaikan jaringan kejahatan telekomunikasi lintas batas di sepanjang perbatasan Tiongkok-Myanmar.” 

Laporan juga menyebutkan, semua warga negara Tiongkok di Myanmar utara harus memasuki negara itu dan kembali ke negara itu, jika tidak mereka akan dinyatakan hilang, meninggal dunia dan pendaftaran rumah tangga mereka dibatalkan. Bahkan kerabat mereka di Tiongkok akan terlibat sehingga pendaftaran sekolah, pekerjaan serta gaji mungkin terpengaruh. Selain itu, dilakukan pembatasan terhadap anggota keluarga mereka yang ingin membuka rekening bank. 

Setelah pengumuman itu, banyak orang Tiongkok di Myanmar utara pergi ke pelabuhan Tiongkok-Myanmar untuk memrotes aturan tersebut.

Profesor Yuan Hongbing, seorang ahli hukum Tiongkok yang tinggal di Australia kepada Secret China mengatakan  bahwa pemerintahan Komunis Tiongkok membuat perilaku abnormal yang disebutkan di atas, terutama karena Partai Revolusi Tiongkok mendirikan basis untuk perlawanan bersenjata terhadap Partai Komunis Tiongkok di Myanmar utara. Sehingga  membuat Beijing ketakutan.

Sejumlah netizen Twitter juga berspekulasi bahwa Komunis Tiongkok memaksa orang Tiongkok di Myanmar utara untuk kembali ke Tiongkok, mungkin terkait dengan “pintu tertutup” pihak berwenang atau bertujuan memanen uang dari luar negeri. (hui)

Share

Video Popular