Zhang Ting

Menyusul pengungkapan “Panama Papers” pada tahun 2016 yang menggemparkan, International Consortium of Investigative Journalists  (ICIJ) kembali mengumumkan pada Minggu (3/10/2021) tentang “Pandora Papers” yang mengungkapkan rahasia keuangan sejumlah elite termasuk dari Indonesia. Pandora Papers melibatkan sebanyak 11,9 juta dokumen rahasia yang mencakup lebih dari 200 negara dan wilayah

Menurut ICIJ, investigasi ‘skandal’ ini melibatkan sejumlah besar jurnalis,  skala kerjasamanya menjadi yang terbesar dalam sejarah. Mereka berasal dari 600 jurnalis dari 150 outlet media di 117 negara. Mereka  bekerja secara rahasia untuk mengungkap cerita yang tersembunyi di lebih dari juta-an dokumen rahasia.

ICIJ menggambarkan “Pandora Papers” sebagai “tsunami data offshore“.

Menurut ICIJ, di era meningkatnya despotisme dan ketidaksetaraan, penyelidikan  Pandora Papers memberikan perspektif yang tak tertandingi tentang bagaimana uang dan kekuasaan bekerja di abad ke-21.

Pandora Papers mengungkap rahasia kekayaan para elite dari lebih dari 200 negara dan wilayah. Orang-orang ini menggunakan pajak dan tempat perlindungan rahasia untuk membeli properti dan aset tersembunyi. Banyak orang-orang menghindari pajak, bahkan bisa jadi lebih buruk lagi.

Pandora” Papers mengungkapkan rahasia keuangan dari 35 pemimpin dunia saat ini dan mantan elite, lebih dari 330 tokoh politik dan pejabat publik, 130 orang miliarder dalam daftar Forbes, serta selebriti, penipu, pengedar narkoba, bangsawan, dan kelompok agama pemimpin di seluruh dunia.

Penyelidikan didasarkan pada pengungkapan catatan rahasia dari 14 penyedia layanan  yang memberikan layanan profesional kepada individu dan perusahaan kaya yang ingin mendirikan perusahaan cangkang,  yayasan, dan entitas lain di yurisdiksi rendah atau tanpa pajak. 

Entitas ini memungkinkan pemilik untuk menyembunyikan identitas mereka dari publik, bahkan regulator. Biasanya, penyedia layanan ini membantu mereka membuka rekening bank di negara-negara dengan peraturan keuangan yang longgar.

Data yang bocor ke ICIJ dan dibagikan dengan mitra media ICIJ di seluruh dunia, disajikan dalam berbagai format seperti dokumen, gambar, email dan spreadsheet.

Dokumen rahasia ini mengungkapkan transaksi luar negeri para kepala negara seperti Raja Yordania, Presiden Ukraina, Kenya dan Ekuador, Perdana Menteri Republik Ceko dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, termasuk ada 2 nama pejabat tinggi Indonesia.  Dokumen tersebut juga merinci kegiatan keuangan ‘menteri propaganda tidak resmi’ Presiden Rusia Vladimir Putin dan lebih dari 130 miliarder dari Rusia, Amerika Serikat, Turki, dan negara-negara lain.

Dokumen yang baru bocor mengungkapkan pemilik sebenarnya dari lebih dari 29.000 perusahaan offshore. Pemilik ini berasal dari lebih dari 200 negara dan wilayah, yang terbesar berasal dari Rusia, Inggris, Argentina, dan Tiongkok.

Media Hong Kong Stand News menyatakan bahwa media berpartisipasi dalam penyelidikan kumpulan terbaru “Pandora Papers” dari  ICIJ. Menurut laporan itu, dokumen tersebut mengungkapkan operasi aset lepas pantai dari perusahaan besar. Dua Mantan CEO Hong Kong yakni Tung Chee-hwa dan  Leung Chun-ying, Presiden Rusia Putin, dan perusahaan Tiongkok Huawei semuanya telah menjadi subyek penyelidikan. (hui/asr)

Share

Video Popular