NTD

Penelitian terbaru di AS menemukan bahwa setelah 6 bulan disuntik vaksin lengkap dengan vaksin Pfizer/BioNTech, hampir tidak terdeteksi  antibodi dalam tubuh manusia yang dapat segera melawan virus Komunis Tiongkok  atau COVID-19. 

Mengutip dari kantor berita Reuters, sebuah laporan penelitian yang diterbitkan di situs jurnal ilmiah “bioRxiv”pada 30 September 2021, mengemukakan kesimpulan hilangnya antibodi setelah disuntik dengan vaksin pfizer setelah 6 bulan. Saat ini, laporan penelitian ini sedang menunggu peer review atau  tinjauan oleh para ahli sejawat.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa, tim peneliti Bali Pulendran dari peneliti di Stanford University dan Mehul Suthar dari Emory University, memvaksinasi 46 orang dewasa muda yang sehat dengan vaksin Pfizer. Selanjutnya diteliti perubahan antibodi dalam tubuh setelah vaksin. Ditemukan ketika subjek ini baru saja menerima dosis vaksin kedua, tingkat antibodi dalam sampel darah mereka sangat tinggi, yang secara efektif dapat melawan virus COVID-19 asli. Namun demikian, seiring berjalannya waktu, tak disangka antibodi penetralisir dalam tubuh manusia terus menurun.

Laporan penelitian menunjukkan, di sekitar setengah dari subjek, 6 bulan setelah dosis kedua vaksin, antibodi penawar terhadap varian virus seperti Delta, Beta, dan Mu tidak dapat dideteksi dalam tubuh mereka.

Laporan tersebut menyatakan, meskipun antibodi penawar bukan satu-satunya pertahanan melawan virus oleh sistem kekebalan, antibodi penawar sangat penting dalam memerangi jenis baru infeksi virus Komunis Tiongkok.

Pulendran dan Suthar menekankan, hasil penelitian tersebut di atas menunjukkan tentang vaksinasi tambahan setelah 6 sampai 7 bulan setelah selesainya vaksinasi, akan membantu memperkuat ketahanan terhadap virus Komunis Tiongkok dan virus varian.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times baru-baru ini, CEO Pfizer, Ugur Sahin mengatakan bahwa seiring waktu, varian virus yang dapat menghindari pertahanan kekebalan manusia mungkin muncul. Diperkirakan formula vaksin baru akan dibutuhkan pada pertengahan tahun depan untuk memerangi mutasi virus. (hui)

 

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular