Gu Xiaohua, Li Yun dan Liu Fang – NTD

Puluhan kabupaten dan kota  di Provinsi Shanxi, Tiongkok mengalami curah hujan terus menerus dalam beberapa hari terakhir.  Bencana seperti  longsor telah terjadi di banyak tempat. Beberapa korban mengatakan bahwa otoritas Komunis Tiongkok melepaskan pintu air hingga terjadi banjir dan longsor dengan peringatan yang tidak memadai. Sehingga menyebabkan banyak rumah ambruk dan penduduk desa tewas. 

Itu terjadi selama liburan “Oktober”,  ketika Provinsi Shanxi mengalami hujan deras. Sejumlah wilayah di Taiyuan, Yangquan, Linfen, Changzhi, Luliang, dan sebagian besar wilayah lainnya, mengalami akumulasi curah hujan dengan mencatat rekor tinggi dalam sepuluh hari pertama Oktober. 

Curah hujan dan pintu air  telah menyebabkan tanah longsor di banyak tempat. Runtuhnya rel kereta api dan jembatan, kerusakan jalan, dan runtuhnya tembok kota kuno Pingyao adalah dampak banjir tersebut. Banyak korban di berbagai tempat. Provinsi Shanxi  memulai respons tiga tingkat terhadap bencana geologis.

Pada 7 Oktober, Li, seorang penduduk desa di Desa Sangliushu, Kotapraja Yi’an, Kota Jiexiu, Kota Jinzhong, mengatakan bahwa lebih dari 1.500 orang dari desa dievakuasi pagi itu.

Warga itu berkata : “Pemberitahuan dari kota mengharuskan semua orang di desa untuk mengungsi dan banjir akan melanda. Evakuasi desa telah selesai, dan air telah memasuki desa dalam dua atau tiga jam. Air paling dangkal adalah sepaha di atas lutut, dan tempat terdalam sampai dada.”

Warga  juga kepada NTD berbahasa mandarin mengatakan  bahwa penduduk desa di kedua sisi Sungai Fenhe harus dievakuasi. Ada banyak desa dengan dua hingga tiga puluh ribu orang, dan semua hotel penuh.

Ia juga menceritakan, pihaknya  berada di sebelah dua sungai, Sungai Fenhe dan Sungai Ciyao. Air di Sungai Ciyao telah naik, dan masih terus naik. Desanya benar-benar tenggelam. Setelah semua orang dievakuasi, banjir segera memasuki desa , pembukaan pintu air selesai pada malam hari. Ketika keesokan paginya, orang mengatakan bahwa pelepasan debit air  akan dilakukan lagi. Seharusnya semua rumah telah terendam banjir, dan satu orang warga desanya tewas. Dalam perang banjir kali ini, banyak orang tewas di desa Jiexiu.  Tapi pohon murbei tidak mati.”

Li menceritakan bahwa dia bisa pulang hanya setelah banjir surut. Adapun biaya hotel dan makan harus ditanggung sendiri.

Zhao, seorang penduduk desa di Desa Jianfa, Kota Guxian, Kabupaten Qixian, Kota Jinzhong, Provinsi Shanxi, mengatakan bahwa pada tanggal 6 Oktober, daerah setempat tiba-tiba mengeluarkan pelepasan pintu air tanpa ada peringatan dini , dan ayahnya hanyut oleh banjir.

Pada (5/10) malam, tanah longsor terjadi di Kabupaten Pu, Shanxi, dan lima orang terkubur. Empat orang tewas, semuanya adalah polisi lalu lintas yang sedang bertugas.

Tian Yanfeng, seorang warga di Kabupaten Pu, Linfen City, mengatakan bahwa sebagian besar rumah dan sumur di desa itu hancur karena diterjang  longsor, dan tidak ada yang bertanggung jawab. Mereka bertanya kepada pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi tentang bencana yang menimpa, tetapi tak direspon. (hui)

Share

Video Popular