Erabaru.net. Menemukan sedikit pernak-pernik di sekitar rumah sama berharganya dengan kekayaan Alexandria adalah impian semua orang. Untuk satu keluarga, mimpi itu menjadi kenyataan – secara harfiah.

Dua model batu sphinx yang diyakini sebagai replika ternyata merupakan artefak Mesir Kuno yang bonafid senilai lebih dari Rp 3 miliar.

Keluarga pemilik, percaya benda itu sangat menarik tetapi secara historis tidak signifikan sebagai replika abad ke-18 atau ke-19 dan ingin menyingkirkan sebelum pindah rumah.

Pada pemeriksaan lebih dekat, patung-patung – yang ditinggalkan di luar sebagai penghias taman dan ditutupi lumut – berusia 5.000 tahun.

Mereka menarik perhatian internasional meskipun dalam kondisi buruk telah diperbaiki dan lekatkan ke tanah dengan semen.

Pemilik dari Clare, Suffolk, hampir tidak bisa mempercayainya karena jumlah angka terus meningkat ketika penawaran dibuka dalam pelelangan di Mander Auctioneers di Sudbury.

Juru lelang James Mander mengatakan: “Kami dihubungi oleh keluarga lokal yang pindah rumah dan perlu membuang barang-barang dari kebun lama mereka, yang tidak sesuai dengan rumah baru mereka.”

Dia menambahkan: “Kondisinya cukup buruk dengan keausan berat dan berbagai kerusakan. Mereka telah diperbaiki oleh pemilik saat ini, menggunakan beton, untuk mengisi bagian yang hilang di bawah kepala salah satu patung.”

“Mereka telah berdiri di teras taman sebagai hiasan sampai bulan lalu, ketika mereka dikirim ke pelelangan.”

“Ada beberapa minat sebelum pelelangan selama penayangan, tetapi kami benar-benar tidak memiliki indikasi nilainya sampai pelelangan dimulai.”

“Penawaran dimulai dari £200 (sekitar Rp 3,8 juta), dan butuh lima belas menit untuk menjual, dengan persaingan dari empat penawar telepon dan banyak pembeli internet.”

“Penawaran dengan cepat naik menjadi £100.000 dan kemudian tampaknya terhenti, sampai palu akhirnya jatuh pada £195.000 (sekitar Rp 3,7 miliar) ke galeri lelang internasional, membuat rekor baru.”

“Pendapatnya adalah bahwa itu adalah contoh asli Mesir Kuno, yang entah bagaimana telah melewati sejarah baru-baru ini sebagai salinan abad ke-18.”

“Ini adalah hari yang menyenangkan di pelelangan, dan kami sangat senang memberi tahu vendor yang telah membeli dan menikmati ini sebagai hiasan taman selama bertahun-tahun, tanpa mengetahui nilai sebenarnya,” tambah Mander.(yn)

Sumber: Metro

Share

Video Popular