Era Baru News >> Berita Foto >> Berita Foto >> Gambar Menakutkan Letusan Eyjafjallajokull, Islandia
Gambar Menakutkan Letusan Eyjafjallajokull, Islandia
Ditulis oleh Oleh: Rhianna King Rabu, 21 April 2010

Kegelapan, ancaman dan tidak adanya tanda-tanda mereda merupakan pemandangan apokaliptik dan menakutkan bagi penduduk yang berada di jantung letusan gunung berapi Islandia.

Masyarakat Inggris dan sebagian Eropa mengalami kekacauan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka yang berada di Islandia hidup berselimut debu dan kekhawatiran akan terjadinya banjir vulkanik.

Inilah rangkaian gambar-gambar menakutkan yang dipublikasikan Daily Mail menunjukkan bagaimana kabut hitam debu vulkanik menebar kepanikan dan ketakutan di seluruh Eropa.

Pemandangan dan langit biru hampir seluruhnya tertutup awan mirip tornado.

Di sejumlah peternakan, hewan-hewan, dan rumah dekat gunung tersebut diselimuti debu akibat kabut hitam yang terus menyembur ke langit, menciptakan kesan seperti tengah malam.

Akibat tersebarnya kabut hitam, para peternak melindungi ternak mereka karena khawatir makanan dan minumannya teracuni debu vulkanik.

Sejak Eyjafjallajokull meletus, ratusan peternak telah dievakuasi. Namun banyak diantara mereka yang kembali demi ternak mereka meskipun ada kekhawatiran akan terjadinya banjir vulkanik.

Hanna Andrews, seorang peternak sapi perah, yang peternakannya berada di bawah gletser Eyjafjallajokull mengatakan sejauh ini ternak mereka masih dalam keadaan aman.

"Masalah terbesar yang dihadapi adalah akibat rusaknya ruas-ruas jalan sehingga susu tidak dapat dikumpulkan. Kami hanya dapat mengumpulkan dalam jumlah tertentu pada peternakan. Apabila jalan tidak segera diperbaiki, kami akan terus membuangnya," ujarnya.

"Debu masih sangat tebal dan sangat menyulitkan pandangan. Dapat mengubah arah menuju utara, yang berakibat menjauh dari peternakan."

"Yang paling kami takutkan adalah terjadinya banjir, yang bisa terjadi setiap saat. Tanah kami tidak pernah rusak sebelumnya, namun beberapa tetangga kami telah mengalaminya," imbuhnya. (Erabaru/DM/sua)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Related news items: