Era Baru News >> Berita Foto >> Berita Foto >> Parade Falun Gong Menandai 11 Tahun Penganiayaan
Parade Falun Gong Menandai 11 Tahun Penganiayaan
Ditulis oleh Oleh: Jack Phillips Selasa, 27 April 2010

FLUSHING, New York - Lebih seribu praktisi Falun Gong berbaris melewati Flushing pada Sabtu, 24 April menyerukan untuk mengakhiri 11 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong di China.

25 April menandai peringatan 11 tahun ketika sekitar 10.000 praktisi Falun Gong dengan damai berkumpul di Zhongnanhai di Beijing, kediaman para pemimpin China. Mereka mencari keadilan atas penangkapan sewenang-wenang terhadap praktisi Falun Gong di bagian lain negara.

Beberapa pembicara di pawai Flushing juga dulunya menghadiri kegiatan 25 April 11 tahun lalu. Ms. Sui Hairong ada diantaranya dan dia menceritakan bahwa kegiatan itu adalah "aksi damai" yang tidak menimbulkan kerepotan pada polisi atau perkelahian.

Setelah penganiayaan dimulai, ia ditangkap dan ditahan selama tujuh tahun, selama itu dia dipukuli dan disiksa, juga disetrum dengan tongkat listrik.

"Mereka menyiksa saya tidak hanya secara fisik, tetapi mereka juga menyiksa saya secara mental," katanya.

Pada satu ketika, ia dikunci dalam ruangan sendiri selama 24 hari dengan sebuah televisi menyiarkanan propaganda komunis non-stop untuk membuat ia meninggalkan keyakinannya.

Pada 25 April 1999, tidak ada praktisi Falun Gong bisa membayangkan apa yang akan terjadi - hari itu mengarah pada pelarangan dan penganiayaan terhadap kelompok ini.

Kemudia PM Zhu Rongyi bertemu dengan perwakilan Falun Gong pada 25 April 1999. Dia mengatakan kepada mereka bahwa ia percaya bahwa praktisi telah diperlakukan secara tidak adil, sehingga semua orang segera bubar, kembali ke rumah mereka di seluruh negeri.

Namun, pemimpin rezim China waktu itu Jiang Zemin, memiliki gagasan yang berbeda. Adalah Jiang, yang telah berada di balik penangkapan itu menyebabkan praktisi segera datang ke Beijing pada 25 April. Dia ingin menghancurkan Falun Gong. Pada 10 Juni ia menciptakan Kantor 610, sebuah agen rahasia polisi extralegal dengan tugas "memberantas" Falun Gong. Dan pada tanggal 20 Juli 1999, ia secara terbuka melarang Falun Gong.

 "Kantor 610 berada di atas hukum," kata Zhi Yuanwang, Presiden Organisasi Dunia untuk Penyelidikan Penganiayaan Falun Gong, dalam pawai. "Partai komunis China (PKC) telah bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan ribu praktisi Falun Gong dan bahkan memanen organ mereka."

Perampasan organ dari praktisi Falun Gong di China telah menjadi subjek dari studi empat-tahun oleh pengacara David Kilgour dan David Matas dan dijelaskan dalam buku mereka "Bloody Harvest: Organ Harvesting of Falun Gong Practitioners in China."

Ms. Liu Yang juga di Zhongnanhai pada tanggal 25 April 1999.

"Pada saat itu, permohonan kami sangat sederhana: lindungi kami di bawah konstitusi," katanya. "Tidak ada slogan atau pertempuran pada kegiatan 25 April."

Setelah penganiayaan dimulai, ia ditangkap sembilan kali sebelum akhirnya melarikan diri dari China. Dia dipukuli dan disiksa parah dan ketika dia mogok makan untuk memprotes penahanan itu-satu-satunya jalan perlawanan -ia dicekokimakan paksa secara brutal.

Mantan Anggota Dewan Tony Avela, calon walikota dalam pemilihan tahun lalu dan pendukung lama terhadap Falun Gong, menyampai beberapa patah kata dalam mendukung upaya praktisi di China serta di Kota New York.

Dua tahun yang lalu pada bulan Mei, praktisi Falun Gong mengadakan sebuah parade melewati Flushing dan diserang oleh kibaran bendera merah dan teriakkan slogan-slogan. Dalam sebuah laporan investigasi oleh The Epoch Times, kerumunan itu telah diorganisir oleh konsulat China di New York.

Avela, yang saat ini berkampanye untuk menjadi Senat negara bagian untuk Distrik 11, berkata, "Saya berpihak dengan anda ketika serangan terhadap praktisi Falun Gong terjadi," dan kemudian menyebut penganiayaan di China "memalukan."

"Bahkan menjadi aib yang lebih besar jika diskriminasi terjadi di Kota New York," katanya.

Kepala editor dari The Epoch Times John Nania mengatakan bahwa sejak penganiayaan Falun Gong dimulai, banyak media tidak melaporkan situasi yang benar.

"Sebagian besar media dunia telah gagal dalam kemampuan mereka untuk melaporkan Falun Gong," katanya. "Media PKC menyiarkan sejumlah besar propaganda."

Perusahaan media besar juga memiliki kepentingan bisnis di China, "sehingga mereka menyensornya sendiri," kata Nania.

Reporters Without Borders, organisasi kebebasan pers dunia, menjuluki kantor berita China Xinhua, sebagai " Badan Propaganda Terbesar Sedunia."

Praktisi dari Philadelphia, Boston Washington, DC, Kota New York dan daerah lain bergabung dalam kegiatan, bersama peserta lainnya.

Falun Gong adalah ajaran spiritual yang meliputi meditasi, latihan gerak lambat dan menjalani hidup mengikuti prinsip-prinsip Sejati-Baik-Sabar. Ia telah menyebar ke lebih dari 100 negara dan dipraktekkan oleh jutaan di seluruh dunia, menurut situs resmi Falun Gong, FalunDafa.org. (EpochTimes/ray)