| Dongeng Aesop: Sang Petani dan Bangau |
| Ditulis oleh Era Baru | Sabtu, 21 Agustus 2010 |
|
Menyadari nantinya akan membuat keluarganya bersedih hati dan kesusahan, Si bangau memohon kepada sang petani untuk melepaskannya. “Tolong. Biarkan saya pergi, Saya berasal dari keluarga baik-baik, dari keluarga bangau yang anda sendiri tahu adalah jujur dan sederhana. Disamping itu, saya tidak tahu kalau burung yang mengundang saya itu bermaksud mencuri disin” kata Si bangau memohon. ”Anda mungkin seekor burung yang sangat baik.” jawab sang petani, “Tetapi saya telah menangkap anda di jaring yang saya siapkan untuk menangkap pencuri dan Anda harus menerima hukuman yang sama dengan mereka.” Moral dari kisah ini: Kita harus bertanggungjawab akan
setiap jengkal perbuatan kita, jadi jangan ikut-ikutan ajakan berbuat buruk
dari lingkungan sekitar, walaupun hanya sekali. (Era Baru) Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Seekor bangau mempunyai sifat yang sangat sederhana dan dikenal
baik. Pada suatu hari dia diundang oleh kelompok burung lain ke sebuah pesta makan-makan
di ladang petani yang baru ditanami. Namun pesta itu harus berakhir dengan
terperangkapnya semua burung-burung di jaring petani. 





Mozilla Firefox
Comments
pada prinsifnya hanya orang dekat kita yg bisa menjerumuskan kita.
hidup harus punya prinsif yg kuat ,itu intinya,biar kita tidak ter ombang ambing bak sabut ditengah lautan.
RSS feed for comments to this post.