| Burung Merpati dan Semut | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Dongeng Aesop |
| Selasa, 12 Juni 2012 13:15 |
|
Aesop adalah seorang pendongeng (storyteller) yang hidup di Yunani sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Yang istimewa dari Aesop adalah, ia menuangkan kebijakannya atau kadang kritikannya dalam bentuk cerita binatang atau fabel.
Seekor Semut sedang merayap diatas pohon, ketika tiba-tiba berhenti. "Saya hauuuus!“ katanya nyaring. "Tuh, disana ada sungai. Kau bisa cari minum disana. Sungainya tak jauh dari sini,“ kata burung Merpati yang hinggap di sebuah ranting tak jauh dari situ. |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Direktur IMF Diperiksa Terkait Kasus Penyelewengan
- Seorang Pria Membunuh Ular Sanca Terbesar di Florida
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Pesimisme Terciptanya Kedaulatan Ekonomi oleh Menkeu Baru
- Kisah Jejak Kaki
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Wakil Presiden Parlemen Eropa Serukan Kebebasan Pers di China





Mozilla Firefox
Comments
RSS feed for comments to this post.