Era Baru News >> Cerita Budi Pekerti >> Cerita Budi Pekerti >> Burung Merpati dan Semut
Burung Merpati dan Semut Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Dongeng Aesop   
Selasa, 12 Juni 2012 13:15

alt

Aesop adalah seorang pendongeng (storyteller) yang hidup di Yunani sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Yang istimewa dari Aesop adalah, ia menuangkan kebijakannya atau kadang kritikannya dalam bentuk cerita binatang atau fabel.

 Seekor Semut sedang merayap diatas pohon, ketika tiba-tiba berhenti. "Saya hauuuus!“ katanya nyaring. "Tuh, disana ada sungai. Kau bisa cari minum disana. Sungainya tak jauh dari sini,“ kata burung Merpati yang hinggap di sebuah ranting tak jauh dari situ.

"Tapi hati-hati ya, jangan sampai kecebur ke sungai,“ Semut bergegas menuju sungai dan minum air sepuasnya.

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan menjatuhkan Semut ke sungai. "Tolooooong!“ Semut berteriak, "Saya tenggelam!”

Merpati tahu harus bertindak cepat untuk menolong Semut. Dengan paruhnya ia patahkan sebuah ranting pohon beserta daunnya, lalu membawanya terbang di atas sungai dan menjatuhkannya untuk Semut.

Semut memanjat ranting itu dan berenang ke tepian. Tak lama setelah peristiwa itu, Semut melihat seorang pemburu. Ia sedang memasang perangkap untuk menangkap burung Merpati. Burung Merpati sedang terbang menuju perangkap. Semut tahu bahwa harus bertindak cepat untuk menyelamatkan burung Merpati.

Semut membuka mulutnya lebar-lebar dan menggigit kuat-kuat kaki pemburu yang telanjang. “Aduuhh!” teriak si Pemburu kaget. Merpati mendengar teriakan Pemburu segera terbang menjauh.

Cerita di atas menunjukkan bahwa satu perbuatan baik akan membuahkan perbuatan baik lainnya.(alex)
 


Related news items:

 

Comments  

 
+2 # anotherorion 2012-06-14 21:24
cerita yang bagus, semoga bisa menjadi teladan anak2 kita nantinya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Poetri 2012-06-19 12:14
bagus banget
Reply | Reply with quote | Quote
 

Bagikan halaman ini ke :

|