| Dongeng Aesop: Semut dan Belalang |
| Ditulis oleh Era Baru | Kamis, 01 Oktober 2009 |
|
"Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?" "Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan," keluh sang Belalang; "Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu." Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar. "Membuat lagu katamu ya?" kata sang Semut, "Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!" Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka. Pesan Moral: Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain. Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

Pada
siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja
keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan
butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas.
Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di
tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu
memberikan sedikit makan untuk dirinya.


Mozilla Firefox