| Cantiknya Kertas Potong Tiongkok |
| Ditulis oleh Era Baru | Sabtu, 29 May 2010 |
|
Pembuatan kertas potong awalnya mungkin terkait dengan persembahan kepada dewa-dewa dan persembahan untuk orang mati. Saat ini, orang-orang Miao masih melestarikan kebiasaan menempelkan kertas dengan gambar dewa-dewa di pintu pada di Festival Tahun Baru. Kertas-potong berkembang menjadi hiasan untuk festival dan upacara saat ini. Misalnya, pada hari pertama tahun baru lunar, setiap rumah tangga akan menggantung hiasan kertas potong bertema musim semi (tahun baru) yang menunjukkan perayaan; di festival lentera pada hari tanggal 15 bulan lunar pertama (Cap Go), lentera akan dibungkus dengan kertas -potong, berhiasan bunga-bunga cantik dan menarik.
Dengan model subyek alam liar, para perajin menggunakan dua jenis teknik untuk membentuk gambar melalui kerajinan kertas-potong, yang sarat simbolisasi. Sebagai contoh, persik melambangkan panjang umur dan delima (buah pome) melambangkan banyak anak-anak; "Naga dan Phoenix merupakan pertanda baik" menunjukkan perkawinan bahagia dan suci, " Murai bertengger pada ranting" berarti hal baik akan terjadi. Dalam dunia seni kertas potong, para pengrajin terampil memanfaatkan penuh imajinasi mereka untuk menciptakan berbagai karya dengan keindahan orisinal. ![]()
Satu aturan yang harus dikuasai dalam teknik pemotongan kertas adalah
semua garis didalam gambar harus bersambungan (terkoneksi), dan perlu
hati-hati untuk menghindari memotong garis bersinggungan (karena kertas
bisa putus). Seni kertas potong tradisional hanya menggunakan kertas warna merah, yang mensimbolisasiskan keberuntungan dan kebahagiaan, namun saat ini orang-orang telah lebih kreatif dan menciptakan banyak warna. Membaurkan warna ke kertas juga perlu teknik khusus. Hanya satu warna yang dapat diaplikasikan dalam sekali mewarnai, untuk menghindari warna tercampur. Oleh karenanya, warna muda diaplikaskan dulu sebelum warna tua. Misalnya bila kita mau mewarnai kertas potong berbentuk bunga merah, kita harus membaurkan warna pink muda dulu, tunggu kering, baru membaurkan warna merah yang lebih tua. (Erabaru/art) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

Kerajinan kertas potong tiongkok adalah tradisi yang berasal dari zaman dinasti keemasan Tiongkok, dinasti Tang. Dalam catatan Sima Qian (dinasti Han), kerajinan kertas potong disebutkan sebagai salah satu seni dekorasi rakyat yang paling populer di Tiongkok, penggunaannya meluas dari dekorasi rumah untuk menyambut tahun baru imlek, upacara pernikahan, sampai dalam upacara penguburan.
Pada hari pernikahan, pintu dan cermin akan ditempel dengan huruf China merah besar "(Shuang Xi)" bermakna "Double Happiness" (Kebahagiaan Ganda) untuk menunjukkan kebahagiaan kedua pasangan (kebiasaan ini masih terus dipelihara oleh orang-orang keturunan Tionghoa di Indonesia). Di Istana Shenning, pada kamar pengantin pernikahan setiap kaisar dari Dinasti Qing, akan ditempeli kertas potong menurut tradisi Manchu; empat penjuru sudut ditempel dengan kertas potong huruf Shuang Xi dan bagian tengah atas ditempeli dengan kertas potong bergambar Naga dan Phoenix. Belakangan, banyak yang menggabungkan huruf Shuang Xi dengan gambar Naga dan Phoneix.
Ada dua jenis teknik untuk membuat kerajinan kertas potong. Ada yang dibuat menggunakan gunting atau dengan pisau. Orang yang mahir tidak memerlukan alat atau material khusus, hanya dengan imajinasi ditambah improvisasi mulai memotong kertas untuk mulai menciptakan gambar. Belakangan, ada pola khusus dan alat bantu untuk membantu orang membuat dekorasi yang lebih detail dan rumit. 


Mozilla Firefox