| Asal Usul Tradisi Bacang |
| Ditulis oleh Era Baru | Rabu, 16 Juni 2010 |
|
Duan 「端」adalah
singkatan dari Kai Duan「開端」 yang bermakna awal Chu「初」, orang zaman dulu menyebut tanggal 1 sebagai Chu Yi
「初一」, maka tanggal 5 sebagai sinonimnya: Duan Wu 「端五」. Orang kuno juga biasa menyebut 5 / Wu seba gai
siang hari Wu Ri 「午日」, maka dari itu bulan 5
tanggal 5 juga dinamakan Duan Wu 「端午」. Mengenang Qu YuanKebiasaan adat istiadat yang berkaitan dengan hari Duan Wu tidak sedikit, mengenai asal usulnya terdapat tidak hanya 1 dongeng saja, umumnya diperkirakan hari Duan Wu berawal dari peringatan Qu Yuan (baca: chu yuen) hingga tersebar luas. Konon pada masa Zhan Guo (Negara Saling Berperang, tahun 403 – 221 SM), Raja Chu, Huai Wang menolak nasihat Qu Yuan untuk berkoalisi dengan Negara Qi dan berperang melawan Qin, akhirnya Raja diperdayai oleh Zhang Yi di Negara Qin, ia dipaksa merelakan wilayah berikut kota-kotanya. Kemudian terdengar kabar bahwa Raja Huai Wang telah terbunuh oleh konspirasi negara Qin.
Baca lebih lanjut mengenai kisah patriot Qu Yuan disini: http://www.erabaru.net/china-news-a-culture/42-budaya-tionghoa/2521-qu-yuan-seorang-pujangga-patriot-asal-usul-peringatan-tradisi-bakcang Hari Raya NagaCendekiawan patriot terkenal, Tuan Wen Yiduo di dalam tesisnya “Kajian Duan Wu” berpendapat: Suku bangsa kuno Yue menjadikan naga sebagai totem mereka, kala itu karena orang-orang merasa terancam kekuatan alam, beranggapan suatu makhluk memiliki kekuatan alami supranatural, oleh karena itu menganggap makhluk-makhluk tersebut adalah leluhur dan dewa pelindung seluruh suku mereka, yang di zaman kini disebut se bagai “Totem Naga”. Maka mereka menato makhluk berupa naga pada tubuhnya dan di atas peralatan sehari-harinya, agar memperoleh perlindungan dari Totem Naga, demi menunjukkan bahwasanya mereka berstatus “anak naga”, mengokohkan hak dilindungi bagi dirinya sendiri. Mereka tidak saja bertradisi memotong rambut dan menato tubuh, bahkan pada setiap tanggal 5 bulan 5 kalender Imlek, mengadakan sebuah persembahan besar Totem Naga. Di antaranya terdapat permainan yang mirip dengan perlombaan pada dewasa ini, itulah asal usul tradisi lomba naga ketika dimulai. ![]()
Namun lomba perahu naga bukan hanya adat istiadat orang Yue, tapi suku bangsa lainnya juga memiliki kebiasaan itu, di dalam penemuan benda-benda kuno zaman Zhan Guo dapat terlihat sedikit kecenderungan tersebut, waktu terselenggaranya lomba perahu naga juga sama. Saat ini, Dragon Boat Festival dirayakan di China, Taiwan, Singapura, Malaysia, Indonesia dan beberapa negara lain. Kebiasaan hari Duan WuBerdasarkan catatan sejarah, jauh pada zaman Qun Chiu (Tahun 722 – 481 S.M.), menggunakan daun untuk membungkus beras dijadikan berbentuk tanduk sapi juga ada yang menggunakan tabung bambu diisi beras ditutup rapat dan dipanggang sampai matang, disebut “Bacang Tabung”. Ini boleh dibilang adalah cikal bakal Bacang. Pada bulan 5 (kalender Imlek), saat musim panas memakan kue pendingin tubuh terbuat dari beras, yang dibungkus dengan daun dan dimasak sampai matang, aroma wanginya terasa unik, sesudah menyantapnya bisa menetralisir panas-dalam dan menurunkan sifat api dalam tubuh, terasa nyaman bagi pencernaan, sungguh suatu makanan yang sesuai dengan musimnya. Pada saat itu, orang-orang berganti busana musim kemarau dan mengutamakan yang serba ringan dan sejuk. Dilihat dari tradisi berpakaian dan makananya, hari Duan Wu dianggap ada hubungan yang akrab dengan tibanya musim kemarau, tentu ada benarnya juga.(Erabaru/yqm) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

Menurut penanggalan Imlek, tanggal 5 bulan 5 kalender lunar adalah
hari Duan Wu, mungkin kalau di Indonesia lebih dikenal sebagai hari Peh Cun
yang terkenal akan Bacang-nya. Menurut tradisi orang Tionghoa, Peh Cun termasuk
salah satu dari tiga hari besar orang Tionghoa selain hari raya Imlek dan hari
raya Tiong Jiu (kue bulan). Ada tiga hal yang sering dilakukan masyarakat Tiongkok bila merayakan hari ini, yaitu membuat dan makan Bacang, mendirikan telur, dan mengadakan lomba perahu naga (Dragon Boat Festival).
Qu Yuan yang setia lagi-lagi mengusulkan secara
tertulis kepada sang pengganti: Raja Qing Xiang, dengan harapan beliau bisa
menjauhi para pejabat pengkhianat, akan tetapi Raja Qing Xiang selain tidak
bisa menampung aspirasi tulus Qu Yuan, malah membuangnya. Negara Qin melihat
peluang sudah matang dan dengan segara mengirimkan bala tentara, dalam waktu
singkat maka Negara Qu telah kehilangan sebagian besar
teritorialnya, rakyatnya dibantai. Qu Yuan yang masih setia, menyaksikan
semuanya ini, hatinya bagaikan teriris, dalam kesedihan yang amat sangat maka
pada tahun 278 SM, kalender Imlek tanggal 5 bulan 5, dia bunuh diri dengan
menceburkan dirinya ke Sungai Mi Luo. Para nelayan mendengar berita tersebut
menggunakan perahu berusaha mengangkat jenazah Qu Yuan namun gagal, maka
akhirnya mereka berbondong-bondong menceburkan makanan ke dalam sungai, dengan
harapan agar para ikan, udang dan kepiting sesudah makan kenyang tidak sampai
mengganggu jenazah Qu Yuan. Kejadian tersebut dikaitkan dengan tradisi makan
kue Bacang, lomba perahu naga dan lain sebagainya dengan meloncatnya Qu Yuan ke
dalam sungai.






Mozilla Firefox