Puisi Su Dongpo
Ditulis oleh Era Baru Rabu, 29 Desember 2010

Su Dong Po dan Biksu temannyaSu Dongpo adalah seorang penyair terkenal jaman Dinasti Song (960-1279), dia sangat tertarik dengan Buddhisme. Suatu hari ketika ia mempelajari Kitab Suci, ia merasa bahwa ia tercerahkan.

Segera ia menulis puisi, yang melukiskan dirinya seperti batu yang kokoh, yang tidak bisa dipengaruhi oleh delapan hal duniawi (keuntungan, kehilangan, fitnah, kesenangan, pujian, ejekan, ketakutan dan kegembiraan).

Ia mengirimkan puisi tersebut kepada temannya, seorang biksu yang tinggal di seberang sungai, untuk menanyakan pendapatnya. Biksu itu menuliskan "Omong kosong" pada puisi dan mengembalikannya. Su Dongpo sangat marah dan segera bergegas menuju ke rumah biksu itu.

Ketika ia tiba disana, dia bertanya  kepada biksu itu, "Mengapa Anda mengatakan puisi saya adalah omong kosong?"

Biksu itu tersenyum dan berkata, "Dalam puisi Anda bilang tidak akan tergerak oleh keuntungan, kehilangan, fitnah, kesenangan, pujian, ejekan, ketakutan dan kegembiraan. Mengapa Anda begitu mudah tergerak hanya dengan satu kata?" (Erabaru/art)