| Nasehat yang Bijaksana |
| Ditulis oleh Era Baru | Rabu, 26 Januari 2011 |
|
Seorang pejabat mengatakan, "Saya pernah mendengar jika anda menyayangi seseorang, anda diharuskan menyayangi sepenuh hati, hingga juga menyayangi burung gagak di atap rumahnya. Jadi jika anda membenci seseorang, anda diharuskan membenci keseluruhannya hingga dinding dan binatang peliharaannya. Tawanan perang adalah musuh yang melawan kita. Menurut pendapat saya, kita sebaiknya membunuh mereka semua." Kemudian pejabat ketiga berkata, "Baginda, saya pikir semua tahanan harus dibebaskan dan dipulangkan ke rumah untuk bekerja di ladang dan menghidupi diri mereka sendiri. Selain itu, Anda harus menjaga ketat aturan untuk penghargaan dan hukuman, termasuk juga terhadap kerabat dan teman-teman sendiri. Orang akan yakin dan percaya pada Anda jika Anda mengelola negara kita dengan moral dan hukum." Raja berpikir nasehat ini cukup masuk akal sehingga diterima dan dijalankan. Sebagai hasilnya, situasi dalam negeri berangsur-angsur tenang dan secara bertahap negara menjadi lebih stabil dan kuat. (Erabaru/art) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

Dalam sejarah Tiongkok, terdapatlah sebuah negara yang disebut zhou (Zhou 周). Suatu hari, raja zhou meminta nasihat dari pejabatnya mengenai cara mengatasi tawanan perang.


Mozilla Firefox