| Qu Yuan – Seorang pujangga patriot (asal usul peringatan tradisi Bakcang) |
| Ditulis oleh Shu Ping | Rabu, 27 May 2009 |
|
Konon setelah Qu Yuan terjun ke dalam sungai, rakyat negara Chu sangat berduka dan berbondong-bondong menuju ke sungai Mi Luo untuk melayat Qu Yuan. Para nelayan hilir mudik berupaya mengentas jenazahnya. Ditemukanlah satu ide bahwa di tempat dimana Qu Yuan meloncat ke dalam sungai Mi Luo dilemparkan banyak bakcang. Mereka percaya apabila setelah kenyang memakan bacang-bacang tersebut, ikan dan udang tidak bakal mengganggu jenazah Qu Yuan lagi. Selain itu ada juga orang yang pada hari tersebut mengadakan kegiatan mendayung perahu naga sebagai perlambang pencarian dan pertolongan kepada Qu Yuan. Malah ada sebagian orang lagi yang menuangkan arak Xiong Huang ke dalam sungai dengan keyakinan agar naga yang berada di dasar sungai mabuk duluan sehingga tidak mengganggu Qu Yuan. Berbagai macam cara yang menandakan rasa cinta dan hormat rakyat negara Chu dan para generasi penerus kepada Qu Yuan. Qu Yuan didalam karirnya walau tidak sesuai harapan, namun di dalam karya kesusasteraannya sangat disegani. Li Sao Meninggalkan Kegalauan adalah hasil karya Qu Yuan pada saat pembuangan pertamanya, puisi tersebut berjumlah total 373 baris dan 2400 lebih aksara. Di dalam Li Sao, Qu Yuan mengekspresikan tuntas seluruh perasaannya, menunjuk keblingeran penguasa negara di dalam realitas kehidupan sehari-hari dan kebobrokan para birokrat dan lain lain; di dalam Li Sao melalui sejumlah besar kisah dongeng dan mitos serta cara penulisan yang hiperbola namun berani, telah menyampaikan kegundahan dan rasa cintanya terhadap negara dan rakyat. Generasi penerus mengakui Li Sao sebagai hasil karya unggulannya.
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Kuil Taung Kalat, Membawa Biksu Lebih Dekat Dengan Langit
- Bencana Intai 321 Kota dan Kabupaten
- Dua Bom Guncang Suriah, 25 Orang Tewas
- Menepati Janji untuk Meraih Kepercayaan
- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Qu Yuan (dibaca: chu yuen), dipanggil juga Ping alias Zhengze, bernama: Lingjun, penduduk negara Chu dari zaman Zhan Guo (negara-negara saling berperang, yaitu antara tahun 403 SM – 221 SM). Beliau adalah keturunan bangsawan dengan ketrampilan segudang: menulis, wawasan dan keberanian; terlebih-lebih kecintaannya terhadap negara tak perlu diragukan lagi. Namun sayang beliau tidak ditempatkan pada kedudukan penting oleh raja Chu, ditambah lagi dengan pemboikotan dan pemfitnahan dari pejabat berpengaruh saat itu: Le Shang dan komplotannya, sehingga karir politiknya jadi kacau dan sempat dibuang sebanyak 2 kali. 





Mozilla Firefox