| Pesan Terakhir Guan Zhong |
| Ditulis oleh Era Baru | Senin, 10 Oktober 2011 |
|
Guan Zhong dengan khawatir berkata, “Baiklah, jika paduka memang ingin mendengarnya akan saya jelaskan keprihatinan saya, saya harap paduka dapat mencabut kekuasaan Ya Yi, Zhe Diao, penyihir Zhang, dan beberapa putra dari keluarga Kai Fang. Sebaiknya membiarkan mereka menjauh dari sisi paduka.” Kaisar Zhi, “Saya tidak mengerti maksudmu, seperti Ya Yi, yang rela membunuh anaknya untuk saya, seperti Zhe Diao supaya dapat mengabdi kepada saya rela dikebiri menjadi kasim, seperti penyihir Zhang mempunyai kemampuan mengukur hidup dan mati, meramal nasib baik dan buruk, dapat membantu saya menolak bala bahaya , sedangkan para putra keluarga Kai Fang sudah mengikuti saya puluhan tahun bahkan ketika ayahnya dimakamkan mereka tidak hadir. Sekumpulan orang yang demikian setia, kenapa harus waspada kepada mereka?” Guan Zhong menghela nafasnya dengan perlahan berkata, “Seseorang yang bisa membunuh anaknya sendiri , apakah kelak dia tidak akan membunuh paduka? Seseorang yang berani menyakiti diri sendiri, apakah kelak dia tidak akan menyakiti paduka? Keberuntungan, nasib sial, harta berhubungan erat dengan perbuatan manusia itu sendiri, asalkan dapat selalu berbuat kebajikan maka akan mendapat pahala, bukan berdasarkan kekuatan eksternal dapat merubahnya. Oleh sebab itu, saya memohon kepada paduka demi keamanan negara ini berpikirlah dengan matang!” Setelah kematian Guan Zhong, kaisar Zhi sesuai dengan peringatan dari Guan Zhong, mengusir Ya Yi, Zhe Diao, penyihir Zhang dan beberapa putra dari keluarga Kai Fang keluar dari istana. Tetapi setelah mengusir mereka hati kaisar terasa kosong, dia tidak dapat makan dan tidak dapat tidur dengan nyenyak, dengan tidak mudah waktu berlalu selama 3 tahun, akhirnya dia memanggil kembali kelompok orang ini. Tahun berikutnya kaisar Zhi jatuh sakit, kelompok Ya Yi dan antek-anteknya merilis rumor mengatakan kaisar sedang sakit parah akan segera meninggal. Kemudian mereka memblokir istana dari dunia luar, tidak memperbolehkan siapapun mengambil makanan untuk kaisar. Pada saat ini kaisar sangat menyesal berkata, “Kenapa saya tidak mendengar nasehat Guan Zhong?” “Baik” adalah sifat dasar manusia, jika seseorang demi mencari keuntungan, ketenaran dan harta dan nafsu, dan melakukan hal-hal yang mengingkari hati nurani dengan alasan apapun adalah tetap perbuatan jahat, sedangkan kriteria untuk mengukur perbuatan baik buruknya seseorang adalah berdasarkan karakter alam semesta “Sejati, Baik, Sabar.” (Erabaru/hui) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Percaya
- Korut Tengah Bangun Reaktor Nuklir Baru
- Chen Guangcheng Terima Paspor Dalam 15 Hari
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Cangkok Retina Dengan Tenaga Cahaya
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Penyebab dari Kegagalan
- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

Perdana menteri Guan Zhong menderita sakit parah. Kaisar Zhi pergi menjenguknya, Guan Zhong tampak ragu-ragu ingin menyampaikan pesan kepada kaisar, setelah melihat keragu-raguan Guan Zhong kaisar berkata ,”Kelihatannya penyakitmu tidak ringan, beristirahatlah dengan tenang, jangan khawatir kepada urusan negara, tetapi jika memang engkau mempunyai sesuatu yang dikhawatirkan, tolong katakan kepada saya.”


Mozilla Firefox