Era Baru News >> China News & Culture >> Kebudayaan Tiongkok >> Musik Alami dan Abadi dari Langit
Musik Alami dan Abadi dari Langit
Ditulis oleh MInghui Jumat, 04 September 2009

altShiGuang, berasal dari desa DongShi, propinsi ShanXi, adalah musisi di negara Jin selama periode musim semi dan gugur. Dia sangat mahir di bidang musik, pandai memainkan bermacam-macam alat musik, dia adalah salah satu musisi yang berprestasi dalam sejarah Tiongkok, oleh generasi berikutnya disebut “Dewa musik”. Banyak cerita yang menggambarkan ShiGuang hormat pada langit dan sayang terhadap sesama manusia, serta kisah keindahan musiknya beredar sampai sekarang.

ShiGuang mengadopsi intisari prinsip musik Konfusius yaitu jiwa “Norma sesuai hati rakyat, kebahagian sesuai suara rakyat”, serta mewariskan tradisi musik dan budaya yang diciptakan oleh raja Zhou semasa dinasti Zhou barat, menyatakan bahwa dalam mencipta musik harus selaras dengan hukum langit dan alam, harus melalui pesan  moral dari musik untuk meluruskan hati manusia, sehingga dapat mencapai hasil yang menggugah hati seseorang secara mendalam, dan mengajarkan adat-istiadat, dengan demikian mencapai manusia dan langit menyatu. kalau musik hanya ritme dan tempo belum tentu bisa menggetarkan hati pendengar, hanya dengan keselarasan pikiran semua orang baru akan benar-benar menghadirkan musik dari langit, membuat orang-orang saling berkomunikasi dengan jiwa dan timbul gema. Mencapai pemurnian tubuh dan jiwa, menyadari hukum langit yang lebih tinggi tingkatannya. ShiGuang menyatakan musik kuno ada   tiga jenis. sebagai musik kesuraman, sedangkan adalah musik kemujuran, adalah musik kemakmuran dunia. Menurut lagenda sewaktu ShiGuang memainkan alat musik, kuda akan berhenti makan rumput, mengangkat  kepala dan condongkan telinga untuk mendengar; burung yang sedang mencari makan akan berhenti terbang, membuang makanan yang ada dimulut, menegakkan kepala ikut bernyanyi.

Ada satu hari, raja Ping dari Negara Jin dan raja negara Wei bersama-sama mendengar permainan musisi ShiJuan, seorang pemusik negara, baru bermain sebentar, ShiGuang segera naik keatas pentas menekan tangan ShiJuan dan berkata: ”Segera berhenti! Lagu yang kamu mainkan adalah lagu tidak karuan yang dibuat pejabat korup untuk Raja Zhou pada dinasti Shang, itu adalah musik pembawa kemalangan bagi negara . Raja Zhou tak  bermoral, kemudian dimusnahkan oleh Raja ZhouWu. Musik yang baik membuat orang yang mendengarnya mendapat manfaat, menuju kebaikan; musik yang buruk  bisa membuat orang kehilangan semagat dan menjadi bobrok. Musik adalah untuk menghantarkan akhlak yang luhur, musik yang merusak akhlak jangan sekali-kali dimainkan!”

Raja Ping dari Negara Jin bertanya pada ShiGuang : “Ini disebut lagu apa?” ShiGuang menjawab:”Ini adalah yang disebut , yaitu musik kesuraman.” raja Ping dari Negara Jin berkata: ”Kalau begitu anda mainkan lagu kemujuran.” ShiGuang kemudian memainkan musik untuk kedua raja, ini adalah sejenis lagu yang bahagia dan harmonis. ShiGuang mempersiapkan alat musik, sewaktu menggunakan jari mengalunkan kelompok nada pertama, terlihat ada 16 ekor bangau hitam terbang pelan-pelan dari selatan datang kemari. Sewaktu mengalunkan kelompok nada kedua, bangau hitam berbaris depan belakang menjadi satu garis. Sewaktu mengalunkan kelompok nada ketiga, bangau hitam sambil berkicau, sambil berbaris rapi merentangkan sayap menari. Ketika dia berlanjut memetik alat musik, terlihat awan melayang berarakan, suara bangau hitam dan suara musik bergabung menyatu, dan lama bergema di udara. Membuat orang-orang merasakan suara alamiah dari langit, dada terasa lapang dan damai, semua orang terperangah, dan dengan gembira mengucapkan selamat pada ShiGuang. Sejak itu, orang-orang menggunakan istilah “Bangau hitam turun dari awan” untuk menggambarkan musik yang indah dan menyedapkan telinga.

ShiGuang menunjukkan bahwa kemampuan musik yang menghantarkan kebaikan dapat berperan  secara halus dan tak terasa bagi khalayak dalam kebiasaan sehari-hari, agar penyebaran pesan moral dapat menjangkau ke lingkup yang lebih luas. ShiGuang telah menciptakan musik anggun , dan karya musik lainnya. Yang secara jelas menggambarkan fenomina alam dari pergantian musim, kebangkitan bumi dan kemakmuran dunia yang penuh dengan vitalitas. Juga menggambarkan seorang sejati yang menjaga moral dan kesucian diri untuk mendambakan kebahagian masa depan. Orang dahulu percaya  musik tingkat tinggi bisa berkomunikasi dengan Dewa, membuat manusia benar-benar menghayati kebenaran, kelapangan dan keabadian. Mengarahkan orang pada kebaikkan, membawa pengaruh ke segala penjuru. Itu merupakan wujud penghargaan dan kasih sayang pada sesama kehidupan, juga adalah pengungkapan rasa terima kasih atas segala karunia yang diberikan oleh langit. (erabaru/wil)