Era Baru News >> China News & Culture >> Kebudayaan Tiongkok >> Kembali ke Realisme: Kompetisi Lukisan dan Foto NTD
Kembali ke Realisme: Kompetisi Lukisan dan Foto NTD
Ditulis oleh Ryan Mitchell melaporkan dari NTD, New York Jumat, 19 Desember 2008

Vivian Song, pemenang penghargaan Lukisan-lukisan pada Kompetisi Lukisan dan Foto NTD yang sedang dipamerkan untuk umum ini berdasarkan pada gaya artistik realisme, esensi unik yang jarang ditemukan di seni modern dan bahkan sekalipun di China.

“Karya seperti ini sangat realistis, dan sangat sulit ditemukan di China. Sangat sulit untuk mengekspresikan diri anda sendiri dengan cara seperti ini, di China… dan Partai Komunis tidak mengizinkan banyak topik untuk dibawa ke dalam jalur realistis," ujar Dai Bing, Juri Kompetisi.

Akan tetapi kompetisi internasional ini telah berhasil mengumpulkan ratusan seniman China, baik dari Daratan China maupun dari luar negeri, yang membawa talenta mereka mewujudkan karya karya realisme.

Mereka berusaha untuk merekam realitas dengan sangat akurat, sehingga subjek dapat “berbicara” sendiri. Jika seniman modern memiliki ego yang besar, akan terjadi hal yang bertentangan: Menghasilkan karya dengan gaya realisme mengharuskan seseorang menjadi orang yang rendah hati, pengamat yang jujur – menanti aspek artistik yang berarti dari dunia ini secara natural mengungkapkan dirinya.

“Contohnya foto ini benar-benar memiliki lansekap yang sangat bagus. Anda dapat lihat secara keseluruhan, termasuk bentuk lengkungan, sebuah lengkung besar dan penempatan relative dari elemen lainnya. Dengan cara ini cahaya menyebar ke depan – segalanya sangat sukses," ujar Dai Bing.

Tetapi untuk menemukan kebenaran tersembunyi ini, seorang seniman perlu berada dalam kedamaian pada saat menggoreskan kuas di kanvasnya, atau menunggu saat-saat sempurna untuk menggambil foto.

“Saya sangat senang dapat mengambil foto ini…. Kondisi seperti ini sangat jarang ditemukan dan sangat jarang dapat difoto; ini hanya muncul dalam beberapa hari sebelum topan datang," ujar Zhuo Qiuchi, Pemenang Penghargaan “Golden Harbor”

Banyak peserta kompetisi berbicara mengenai usaha keras dan penghargaan terhadap bentuk unik dalam mengekspresikan diri. Dari salah satu finalis termuda, yang memasukkan lukisan minyak pertamanya, dengan tema kanak-kanak….

Vivian Song, pemenang Penghargaan “Purity”, berkata : “Apa yang saya ingin tunjukkan adalah kebaikan yang murni dan kejujuran yang murni dari anak-anak dan kehidupan di sekeliling mereka yang sangat sederhana. Maka saya ingin menunjukkan hal tersebut. Dan pada saat yang bersamaan penggunaan latar belakang dan warna dan semuanya harus merefleksikan kemurnian."

Untuk para peserta yang telah melukis selama beberapa puluh tahun, menggambil inspirasi dari karya klasik China seperti dewi bulan Chang’er. Bagi banyak orang China, cerita tradisional sangat berkaitan erat dengan kebudayaan mereka, menggambarkan bulan dengan akurat adalah menunjukkan sifat kedewaannya.

Kan Fu, Pemenang Penghargaan “Full Moon”, menceritakan: “Di China ini disebut sebagai legenda. Ini adalah sebuah cerita yang indah. Banyak sekali karya-karya seni yang mengambil tema Chang’er.”

Dan juga ada yang menggambarkan arti mendalam dalam realitas politik negaranya. Peserta kompetisi Dong Xiqiang yang menjadi pemenang ketiga dalam karyanya “Zhuang Yan”, menggambarkan seorang praktisi Falun Gong berusia tua yang sedang mempersiapkan spanduk untuk sebuah acara. Dia juga memasukkan karyanya yang berjudul “Tears of the Orphan” atau “Air Mata Anak Yatim”, yang menggambarkan seorang anak yang menjadi yatim piatu karena penindasan terhadap kelompok spiritual itu sampai hari ini.

”Untuk karya saya “Tears of the Orphan” atau “Air mata Anak Yatim”, saya merencanakannya setelah membaca beberapa laporan di website Epoch Times, yang sangat menyentuh hati saya, karena saya juga adalah seorang ayah dari anak-anak saya," ujar Dong Xiqiang, Pemenang Ketiga dari “Zhuang Yan”

Foto-foto dan lukisan yang dipajang digabungkan dengan sesuatu yang kelihatannya seperti sebuah kontradiksi. Karya karya tersebut adalah karya realisme yang sangat nyata sesuai dengan pemandangan yang mereka tampilkan, akan tetapi karya-karya tersebut penuh dengan keindahan yang penuh arti, seperti sebuah pernyataan bahwa kenyataan setiap hari di sekeliling kita adalah karya seni yang harus dihargai.

Inilah seri terakhir dari serangkaian 9 kompetisi NTD untuk merayakan kesenian dan kebudayaan tradisional. (Erabaru/jo)