Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Kampanye Publik Bagi Pembebasan Gao
Kampanye Publik Bagi Pembebasan Gao
Ditulis oleh Oleh: Matthew Robertson Sabtu, 06 Februari 2010

Menandai setahun penculikan pengacara HAM terkemukan China, Gao Zhisheng, sebuah LSM di Amerika Serikat telah memulai kampanye publik demi pembebasannya.

Lewat email, petisi, surat dan iklan utama pada Drudge Report (satu-satunya dalam bentuk ikon dari berita utama Drudge-style)-ChinaAid yang berbasis di Texas dengan tujuan untuk memperoleh kepastian jawaban keberadaan Gao.

Beberapa pernyataan terakhir atas status Gao oleh rezim komunis China yang dilansir seluruh web site China, akhir-akhir ini membawa isu yang lebih mendekati pandangan publik. Pada 21 Januari misalnya, juru bicara kementerian luar negeri China, Ma Zhaoxu, yang menjawab pertanyaan seputar keberadaan Gao pada sebuah konferensi pers mengatakan, "Kewenangan pengadilan telah memutuskan kasus ini dan kami harus menjelaskan orang ini menurut undang-undang China, di mana seharusnya ia berada."

Pernyataan tersebut dianggap "sangat serius" oleh pengacara Gao, Li Fangping.

Sebelumnya, seorang petugas kepolisian dilaporkan telah mengatakan kepada kakak Gao yang menghadap langsung pada pihak berwenang di Beijing untuk memperoleh jawaban, menyatakan bahwa Gao telah "menghilang". Salah satu interpretasi atas komentar yang dilontarkan ini adalah ia telah diekskusi.

ChinaAid mengatakan, komentar menteri luar negeri mengindikasikan ia masih hidup, namun sedang mengalami penyiksaan berat. Awal 2008, kesaksian seseorang atas keberadaan Gao membeberkan penyiksaan mengerikan yang ia derita selama 50 hari pada 2007, seperti penusukan alat kelamin dengan tusuk gigi, setrum tongkat listrik dan sulutan rokok pada mata.

Partai komunis China mulai mentargetkan Gao setelah ia menyelidiki dan menulis beberapa surat terbuka kepada pemimipin China tentang penganiayaan terhadap sejumlah masyarakat China, khususnya para praktisi Falun Gong. Ia menyebut penganiayaan terhadap Falun Gong sebagai tindakan 'barbar' dan 'melampui segala kejahatan kemanusiaan yang pernah ada.' Ia diculik setelah ia menulis surat kepada kongres Amerika akhir 2007 silam.

Seruan ChinaAid atas keprihatinan ini telah mendapatkan perhatian. Saat ini tercatat, kampanye tersebut telah mendapatkan dukungan 126.200 tanda tangan pada petisi bagi pembebasan Gao, 469.500 email pertanyaan pada sejumlah bisnis dan kantor pemerintah China serta 11.202 dukungan perorangan yang menghubungi perwakilan mereka di AS.

The Washington Post telah menerbitkan surat isteri Gao, Geng He, yang menyerukan kepada AS untuk memperhatikan masalah ini. Salah seorang pakar hukum China ternama, Jerome Cohen, juga telah bergabung dalam petisi resmi yang ditujukan kepada PBB.

Maret lalu, Mr. Cohen telah menulis pada South China Morning Post, "Kini saatnya bagi pengadilan dari opini dunia untuk mendesak: Menunjukkan kepada kami tahanan dan menunjukkan keadilan atas  penahanannya."

Gao telah memperoleh nominasi atas Nobel Perdamaian pada 2008 dan juga tahun ini. (EpochTime/sua)