| Ayam China Hilang dari Perdagangan Unggas |
| Ditulis oleh Oleh: Caroline Dobson | Rabu, 10 Februari 2010 |
|
Tekanan ini akan meningkatkan ketegangan dua negara-khususnya ketika raksasa internet Google berhenti melakukan sensor terhadap internet di China, dan tahun lalu pemerintahan Obama mengenakan pajak yang sama terhadap ban buatan China. Pengumuman dari Departemen Perdagangan China akan mulai memberlakukan tarif baru pada 13 Februari 2010, pada malam sebelum perayaan Tahun Baru China. China mulai melakukan penyelidikan terhadap produk ayam Amerika Serikat pada bulan September lalu, sepertinya sebagai balasan atas pemberlakukan tarif terhadap ban buatan China. Menurut Time.com, hampir setengahnya dari kaki ayam yang dijual di China didatangkan dari Amerika Serikat. Pajak yang di berlakukan utamanya akan berpengaruh terhadap ekspor kaki dan sayap ayam AS ke China, menganggap bagian ini yang dipakai sebagai makanan khas (terutama di daerah selatan). Karena perbedaan kepentingan budaya, harga yang dijual di China bisa lebih mahal dari pada di Amerika sendiri. Karena harga kaki ayam dijual dengan harga mahal kepada warga China, adalah tidak masuk akal harus dilakukan 'dumping' atau dijual dibawah standar biaya. Dewan Eksport Telur dan Unggas mengatakan bahwa industri Unggas Amerika Serikat "sangat kecewa" dengan langkah yang di ambil China, demikian menurut Reuters. Walaupun demikian Presiden Barack Obama berjanji akan tegas menangani keluhan bahwa ekspor Amerika telah sangat buruk karena China menerapkan nilai mata uang yuan sangat rendah, membawa bantahan dari China bahwa mata uangnya telah di tetapkan pada "tingkat yang masuk-akal." Hong Kong akan menambah import ayamnya sebanyak 7,000 ekor per hari menjelang perayaan Tahun Baru China karena jumlah permintaan meningkat selama hari raya, demikian pernyataan dari Biro Kesehatan Dan Makanan Daerah Administrasi Khusus (SAR) Hong Kong. Ini menimbulkan kekhawatiran karena meningkatnya epidemi H1N1 atau flu babi di China, dengan laporan yang pasti di Selatan kota Shenzhen pada bulan November menurut New Tang Dynasty Television (NTDTV). "Flu ada disemua sekolah dasar dan sekolah menengah," seorang anggota staf dari Rumah sakit Rakyat Shenzhen Bao'an mengatakan kepada NTDTV. "Segera setelah seseorang terjangkit, seluruh kelas akan terjangkit. Rumah sakit kehabisan ruang perawatan. Ini seperti epidemik SARS," katanya. (EpochTimes/man) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Percaya
- Korut Tengah Bangun Reaktor Nuklir Baru
- Chen Guangcheng Terima Paspor Dalam 15 Hari
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Cangkok Retina Dengan Tenaga Cahaya
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Penyebab dari Kegagalan
- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

China saat ini merupakan pasar terbesar Ayam Amerika Serikat, dan minggu ini menerapkan pajak 'anti dumping' sejumlah 105,4 persen untuk import produk unggas Amerika Serikat.


Mozilla Firefox