| Campur Tangan Beijing atas Reaksi ANA pada Feng Zhenghu |
| Ditulis oleh Oleh: Ren Zihui | Kamis, 11 Februari 2010 |
|
Surat itu, ditandai logo ANA, berisi dua halaman dalam Bahasa Jepang yang sertai dua halaman terjemahan Bahasa Mandarin. Surat itu menyatakan bahwa selama Mr. Feng berada dalam penerbangan dari Shanghai ke Tokyo, 3 November 2009 silam, ia berteriak keras di dalam pesawat, menyebabkan penerbangan tersebut ditunda hingga 56 menit dan mengakibatkan beberapa penumpang komplain. Isi surat itu juga menuduh Mr.Feng mengganggu kenyamanan dan secara ilegal tinggal di Bandara Narita dalam waktu panjang. Karena alasan ini, ANA tidak akan mengijinkan ia dalam penerbangan manapun sampai ia meminta maaf. Mr. Feng mengatakan ia sangat bingung oleh isi surat tersebut: "Bukankah ini memutar-balikkan hitam dan putih? Yang benar dan salah adalah cukup jelas." Menurut Mr. Feng ketika ia dilarang memasuki China untuk kedelapan kalinya oleh Bandara Pudong di Shanghai, 3 November 2009, petugas Inspeksi Perbatasan Shanghai secara paksa menyeretnya masuk ke dalam penerbangan ANA. Ketika ia melakukan protes, staf ANA membantu petugas Inspeksi Perbatasan menjepitnya ke tempat duduk. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah merencanakan insiden ini, namun ia sangat dikejutkan oleh sikap ANA yang telah berubah. Ia mengatakan ia tidak tahu jika ANA memerankan berbagai kepentingan, berupaya memberi kenyamanan kepada seseorang atau hanya bersedia sebagai mata-mata. Mengenai pernyataan bahwa "beberapa langkah yang diambil ANA atas Feng Zhenghu sesuai dengan instruksi otoritas China," Mr. Feng mengatakan, "Saya telah delapan kali ditolak memasuki China dan saya selalu berpikir bahwa hal tersebut disebabkan oleh pemerintah Shanghai. Di sini, dalam hitam dan putih telah ditulis otoritas China. Saya ingin mengetahui siapa, di mana dan departemen apa yang mereka maksud sebagai otoritas China. Seorang Aktivis Non-politikFeng bukan lahir sebagai aktivis. Ia memegang Gelar Master pada bidang Ekonomi dari Universitas Fudan, salah satu universitas ternama di China. Setelah belajar di Jepang selama tujuh tahun, ia kembali ke China untuk memulai bisnis konsultan sendiri. Pada tahun 2000, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara atas publikasinya terhadap "sejumlah perusahaan Jepang di Shanghai"---daftar perusahaan Jepang yang melakukan bisnis di China. Tidak jelas mengapa ia ditangkap dan dijatuhi hukuman. Ia dinyatakan bersalah atas "kegiatan bisnis ilegal," yang menurutnya tuduhan itu dibuat-buat. Ratusan hingga ribuan rakyat China dihukum secara tidak sah dan tanpa alasan yang jelas setiap tahun. Penahanan Mr. Feng kemungkinan telah menjadi bagian dari trend ini secara umum. Namun pengalaman penjara Mr. Feng telah merubahnya menjadi seorang aktivis. Setelah dibebaskan, ia terus menuntut pengembalian masa hukumannya dan dalam proses tersebut, kemudian ia bertemu dengan mereka yang sedang berupaya mengajukan banding atas kasus mereka. Saat itulah ia mulai membantu yang lain. Mr. Feng mulai menulis dan menerbitkan "Brief on Oversight" dan "Witness to Judicial Injustices in Shanghai" pada 2007, sejumlah surat edaran yang menyerukan keperihatinan atas beberapa kasus banding dan menuntut rezim komunis China mematuhi konstitusi China. Menurut Ms. Shum Ting, Ketua Ikatan Rakyat China Tertindas, terdapat sekitar 20 juta warga negara China yang saat ini sedang mencari keadilan atas kasus mereka. Mr.Feng kelihatan menonjol karena ia berpendidikan tinggi, memiliki banyak koneksi, organisator yang baik, dan juga sebagai penulis yang baik. Dan ia telah menunjukkan dirinya selalu siap membantu orang lain. Akhirnya, ia tidak takut berbicara secara bebas. Namun Feng Zhenghu tidak bisa disebut sebagai pembangkang. Ia tidak pernah menentang rezim komunis China. Ia membela hak sesuai sistem dan aturan. Apa yang ia lakukan bukan politik. Rencana Tahun Baru Yang Tidak BerubahSaat ini, Mr.Feng sedang menggugat Northwesth Airlines dan Air China karena telah menolak penerbangannya, sehingga ia tidak dapat melakukan penerbangan lewat dua perusahaan ini sebelum otoritas Tokyo mengambil keputusan. Ia mengatakan ia akan mengetahui minggu depan apakah ia dapat membeli tiket dari perusahaan lain. Ia mengadakan konferensi pers, 8 Februari lalu, merilis surat dari ANA tersebut. Antara 7 Juni dan 3 November tahun lalu, telah delapan kali Feng dilarang kembali ke China. Pada empat kesempatan tersebut, Air China dan Northwest Airlines di Bandara Narita telah melakukan tindakan atas instruksi dari rezim China. Pada empat kesempatan lain, ia dicegat dan dipaksa terbang kembali ke Jepang oleh petugas Inspeksi Perbatasan China. Pada 3 November 2009, ia menolak mengajukan permohonan untuk memasuki Jepang dan memilih tetap tinggal di Bandara Narita selama tiga bulan sebagai aksi bungkam. Protes berkepanjangan dan melelahkan yang ia lakukan mendapat perhatian sejumlah media internasional. Akhir tahun lalu, dua pejabat dari kedutaan China di Jepang mendatangi Bandara Narita tiga kali dalam satu minggu, memberitahukan bahwa pemerintah Shanghai telah meminta agar ia terlebih dahulu memasuki Jepang dan mereka akan membahas kembali kepulangannya ke China. Feng menyetujui dan secara resmi memasuki Jepang pada 3 Februari 2010. Ia mengatakan rencananya kembali ke rumah untuk merayakan Tahun Baru Imlek tidak berubah. (EpochTimes/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Percaya
- Korut Tengah Bangun Reaktor Nuklir Baru
- Chen Guangcheng Terima Paspor Dalam 15 Hari
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Cangkok Retina Dengan Tenaga Cahaya
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Penyebab dari Kegagalan
- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

Tokyo - Terdampar di Bandara Narita Jepang selama tiga bulan, aktivis HAM Shanghai, Feng Zhenghu sudah tidak sabar menunggu kepulangannya kembali ke China untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Kali ini ia telah menerima surat dari All Nippon Airways (ANA) yang menuntut permintaan maaf sebelum ia diijinkan naik pesawat tersebut. Surat itu secara eksplisit menyatakan bahwa semua tindakan yang diambil terkait kasusnya berdasarkan atas instruksi rezim komunis China.


Mozilla Firefox