Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Keamanan Diperketat bagi Dua Pertemuan Nasional di Beijing
Keamanan Diperketat bagi Dua Pertemuan Nasional di Beijing
Ditulis oleh Oleh: Gu Qing'er Sabtu, 06 Maret 2010

Tidak diijinkan untuk melakukan permohonan dalam kongres mendatang

Tingkat keamanan untuk dua pertemuan tahunan parlemen ditingkatkan menjadi siaga penuh pada 1 Maret, dengan tiga lapis barisan  yang dibentuk oleh 700.000 orang.

Menurut situs yang dijalankan negara Xinxua Net, rencana keamanan yang diberi nama ”Aksi Hu Cheng He” (Operation Moat) operasi parit, yang akan menerapkan pengawasan yang dinamis selama dua puluh empat jam di delapan wilayah di Beijing dengan mengerahkan polisi dan mobil bersenjata.

Penjagaan ketat mungkin diperuntukkan untuk menghentikan para pemohon yang bandel, yang ingin menyampaikan keluhannya, dan benar-benar ingin menemui ‘wakil rakyat’apakah itu dari Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC)  atau the National People's Congress (NPC).

Barang bawaan digeledah dan para pemohon diciduk

Seorang wanita dengan nama keluarga Wu dari Beijng mengatakan kepada The Epoch Times, “Ada banyak sekali polisi berpatroli di jalan, polisi huru-hara dan dan kendaraan anti huru-hara. Daerah disekitar ruang konferensi dinyatakan sebagai keadaan darurat .” Sebagai tambahan dari ini, petugas keamanan wilayah memakai ban lengan merah juga berpatroli di sekitar areal perumahan.

“Polisi menggeledah tas di Lapangan Tiananmen, dan akan segera diciduk jika ada yang ketahuan membawa surat permohonan. Ada beberapa bus menuggu untuk mengangkut bagi mereka yang ditangkap.” Kata Wu

Sebelum dan sesudah ‘Dua Pertemuan’ tahunan, atau pertemuan tahunan dari CPPCC dan NPC, Beijing menerapkan pengawasan ketat dari para aktivis dan pemohon dari seluruh negeri.

Walaupun dengan pencegatan dan penindasan dari seluruh jajaran pemerintah, para pemohon dari berbagai tempat masih “menyusup” dengan berbagai cara untuk masuk ke ibukota dalam periode ini, menggantungkan harapan pada para penguasa menyelesaikan masalah mereka.

Du Minrong, seorang pemohon dari Barat Laut China mengatakan,”Dari 20 Februari, mereka (polisi) mulai menangkapi para pemohon. Situasinya sangat serius di Stasiun kereta api Beijing dan stasiun Kereta api Beijing Selatan, juga di Biro Surat dan Kunjungan Pemohon. Identias pribadi bisa di cek setiap saat. Hotel di Stasiun Selatan Beijing telah dilarang untuk menerima pemohon, jika tidak hotel akan menerima denda 5.000-10.000 yuan (7-14 juta rupiah). Walaupun demikian para pemohon masih datang  ke Beijing susul menyusul.”

Zhang Jianping seorang aktivis kemanusiaan dari provinsi Jiangsu China timur mengatakan, “Sementara, belum ada jalan mulus bagi para pemohon di China daratan, kami berkelakar Beijing mengeluarkan banyak sekali uang untuk apa yang mereka katakan sebagai mempertahankan stabilitas dan memblokir petisi, dari pada menyelesaikan masalahnya.”

”Kebijakan yang keras akan membuat lebih banyak konflik antara rakyat dan pemerintah, sistem ini hanya seperti darah tinggi, cepat atau lambat pembuluh darah akan meletus.” (EpochTimes/man)

Read the original Chinese article.