Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Kemarau Panjang Semakin Parah di China
Kemarau Panjang Semakin Parah di China
Ditulis oleh Erabaru News Minggu, 07 Maret 2010

Lebih dari 11 juta orang menderita kekurangan air minum karena kekeringan semakin panjang di barat daya China. Menurut laporan China News, lima provinsi, termasuk Yunan, Guizhou, Sichuan dan Guangxi yang kena dampak terparah.

Kekeringan telah rusaknya 2,1 juta hektar tanaman pangan dan mengancam pasokan air dari 6 juta hewan piaraan.

Provinsi Yunan mengalami kemarau terparah dalam 60 tahun, yang dimulai sejak musim gugur lalu. Sementara kerugian ekonomi secara langsung diperkirakan lebih dari 10 miliar yuan (1,6 miliar dolar Amerika), seperti yang dilaporkan oleh Xinhua.

Dalam sepuluh hari mendatang diperkirakan tidak akan ada hujan turun yang cukup untuk mengakhiri kekeringan ini, menurut pusat meteorologi setempat. Suhu rata-rata di daerah yang kena dampak kemarau adalah satu sampai dua derajat Celsius lebih tinggi dari pada tahun lalu. Ini menandakan kekeringan masih akan berlangsung sampai bulan Maret.

Penguasa menerapkan penjatahan pemakaian air untuk penduduk dan memerintahkan perusahaan yang memakai air dalam jumlah besar agar menutup operasinya.

Sementara penyebab terjadinya kekeringan masih diselidiki, banyak ahli memperkirakan penyebab kekeringan adalah polusi dan kurangnya perhatian terhadap sistem ekologi di China. 

Wang Weiluo, seorang ahli konservasi air, mengatakan bahwa kemarau panjang akibat langsung dari pengerusakan ekosistem di daratan tinggi Qinghai-Tibetan.

“Beberapa sungai besar dekat hulu atas dari lembah sungai Yangtze, seperti Jinsha, Lancang dan Sungai Nujiang, telah mengalami kerusakan ekosistem dan itu menyebabkan habisnya aliran air tahunan saat ini,” kata Wang pada Radio Free Asia.

Read the original articcle in Chinese.