| Seorang Dosen Universitas Mundur dari PKC |
| Ditulis oleh Oleh: Li Xin & Yu Liang | Kamis, 11 Maret 2010 |
|
Menurut informasi dari Pusat Pelayanan Global Pengunduran diri dari Partai Komuis China (PKC), Mr. Wang yang pernah menjadi dosen di universitas di Provinsi Guizhou, China mengalami penolakan dan kehilangan posisinya dan subsidi perumahan karena melaporkan korupsi yang dilakukan oleh rektor universitas kepada pihak berwenang. Setelah beberapa tahun melakukan permohonan tanpa hasil, subsidinya dikurangi sampai harus merengek demi haknya. Dia sangat membenci korupsi PKC. Pembicaraannya pertelpon dengan sukarelawan di Pusat Pengunduran Diri, dia secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya dari PKC dan organisasi afiliasinya. Mr. Wang mengatakan kepada wartawan Radio Sound of Hope bahwa dia telah berjuang dengan segala penolakan selama sepuluh tahun. Kata Wang, “Saya telah mengajar selama 41 tahun. Setelah sepuluh tahun lalu saya menemukan bahwa rektor dari universitas tidak hanya menyatakan mengambil hak kepemilikan dari perumahan fakultas, belakangan juga menjualnya secara diam-diam untuk mendapatkan keuntungan. Rektor berkata kepada saya, ‘Kamu lebih baik mengurus urusan sendiri atau akan saya keluarkan dari penempatan perumahan.’ Saya ditunjuk untuk menjadi dosen tahun 1992 dan sejak itu tidak pernah meningkat. Lebih-lebih dia membatalkan kelas-kelas pengajaran saya dan mencoret nama saya dari fakultas.” Wang mengindikasikan bahwa rektor menggunakan cara-cara kejahatan untuk memaksanya keluar dari perumahan fakultas. Dia mencoba dengan cara sah, tetapi sayangnya para hakim juga disogok oleh rektor dan berbalik menuntutnya karena memfitnah. “Mereka memukuli istri dan anak laki-laki saya juga. Pada tengah malam, jam 2 atau 3, mereka menelpon ancaman akan membunuh kami jika kami tidak menyerahkan rumah tinggal. Kami menyertakan saksi-saksi dan bukti di pengadilan, tetapi hakim melarangnya masuk, dan mengatakan perbuatan kami sebagai pemfitnahan,” Kata Wang. Wang juga menyatakan tahun 2007 rektor melangkahi kewenangannya dan secara paksa mengusirnya dan membuang barang-barangnya seperti sampah. “Ketika saya pergi, mereka datang kerumah saya, banyak julahnya, termasuk lebih dari 20 orang agen petugas keamanan dan sekitar 40 buruh tani. Pertama mereka membuang semua barang-barang kami dan menyegelnya sehingga saya tidak punya celah untuk melihatnya. Pada 16 Februari 2008 (hari kedelapan dari Tahun Baru Imlek). Pada jam 2 pagi mereka menggunakan dua truk untuk memindahkan semua barang-barang kami dan membuangnya seperti sampah. Memerlukan 40 tahun kerja keras dalam hidup saya mengumpulkan aset ini yang dibuang begitu saja dalam semalam.” Wang melanjutkan. Kata Wang dia telah dibuat menjadi tuna wisma bertahun-tahun dan tidak ada tempat untuknya mengadu. Sebagai seorang profesor yang dihormati, dia dipaksa menjalani kehidupan minta-minta dibawah tirani kekuasaan PKC dimana pejabat yang korup mengamuk dan orang biasa menderita dalam kesengsaraan. Wang mengatakan: “Sekarangpun, dendamya masih belum reda dengan menahan gaji pemondokan yang seharusnya hak saya. Saya cedera karena kecelakaan dalam perjalanan bisnis dan berhak atas konpensasi. Tetapi saya tidak pernah menerima uang sesenpun. Sekarang saya tunawisma dan miskin. Dari seorang dosen turun menjadi seorang pengemis dan saya telah mengemis makanan hampir setahun keadaan saya menyedihkan.” Wang telah mengajukan banding kepengadilan untuk mendapatkan ganti rugi, tetapi keadilan belum juga tiba. Dia juga pergi ke Beijing untuk memohon tetapi malah ditangkap tiga kali. (EpochTimes/man) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan







Mozilla Firefox