| Ribuan Warga China Tenggara Protes |
| Ditulis oleh Oleh: Gu Qing'er | Senin, 12 Juli 2010 |
|
Para penduduk yang marah melempari Balai Kota Praja dengan senjata batu dan bata dan membalikkan mobil-mobil polisi. Respon tersebut sebagai balasan terhadap perlakuan polisi yang memukuli dua orang wanita pemohon sampai koma. Wanita-wanita itu adalah bagian dari kelompok yang memrotes penggusuran paksa. Mr. Yu seorang warga setempat, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa sekitar 10.000 orang menyaksikan polisi memukuli pengunjuk rasa. Warga mengambil batu bata dari bangunan terdekat dan melemparkan ke gedung Balai Kota, pusat pemerintahan setempat. Kaca-kaca jendela pecah dan pemerintah mengerahkan 300 polisi bersenjata. Warga membalikkan mobil polisi dan menghancurkan 18 diantaranya. Kejadian berawal pada pagi hari, sejumlah penduduk dari Desa Dongxia, Kota Gangkou, memutuskan pergi ke Beijing untuk menyampaikan keluhan terhadap pemerintahan lokal yang memaksa mereka agar mau digusur. Polisi setempat mengerahkan 30 mobil polisi untuk menghentikan penduduk desa yang sedang dalam perjalanan ke Beijing dan membawa mereka kembali ke Balai kota. "Kepala Partai wilayah dan biro polisi memanggil pimpinan provinsi dan ada 100 polisi menahan kami di perbatasan kota Gangkou dengan tujuan menghentikan perjalanan kami ke Beijing. Sekretaris wilayah berjanji akan menangani kasusnya dengan baik jika kami tidak pergi ke Beijing," ujar Yu. Menurut Yu, ketika mereka tiba di Balai Kota, pejabat tidak mau membicarakan apapun dengan warga. Kepala wilayah, sekretaris dan kepala biro keamanan umum pergi ke mobilnya dan mencoba untuk pergi. Para pemohon, termasuk yang sekarang masih koma, berusaha menghentikan mobil pimpinan partai tersebut dan meminta berbicara dengannya. Namun Kepala partai tersebut memerintahkan polisi untuk mengusir wanita itu.
Penggusuran PaksaPenggusuran penduduk diperintahkan oleh penguasa setempat, dikarenakan para penduduk khawatir akan isu kesehatan seiring meningkatnya polusi oleh perusahaan penambangan tungsten setempat. Beberapa tahun sebelumnya, karena meningkatnya harga bijih tungsten, perusahaan penambangan bijih tungsten Xianglushan di wilayah Xiushui terus diperluas. Air limbah dari penambangan telah mencemari sungai-sungai terdekat. Departemen keamanan lingkungan Provinsi Jiangxi juga menemukan penumpukan bijih tungsten yang sepertinya akan runtuh dan akan mengancam keselamatan. Anak sungai yang melintasi desa Dongxia mengeluarkan bau menyengat dari polusi. Banyak warga mengalami gatal-gatal dan hewan piaraan mati karena meminum air yang tercemar. Setelah warga menyampaikan kekhawatirannya, pemerintah setempat memutuskan untuk memidahkan mereka ke kota Gangkou dan Wilayah Xiushui. Pihak pemerintah kota hanya memberikan ganti rugi untuk penggusuran sekitar 2.500 yuan (Rp 3 juta) per orang. Kompensasi tersebut kurang mencukupi, dan penduduk sedang merundingkan dengan penguasa. Namun kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan. Pemerintahan kota praja menculik anak laki-laki dari pimpinan pengunjuk rasa dan mengancam pemimpin unjuk rasa agar mau pindah. Menurut warga desa, perusahaan Xianglushan Tungsten Co, telah membagikan dana kepada warga untuk pindah. Namun pejabat Kota Praja menggelapkan uangnya. Inilah yang menyebabkan para warga pergi ke Beijing untuk melakukan permohonan. Penggusuran paksa di China adalah hal yang umum dan telah menjadi sumber kemarahan dan kerusuhan, khususnya karena tidak memadai kompensasi yang diberikan kepada para pemilik tanah. (The Epoch Times) Read the original Chinese article |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Percaya
- Korut Tengah Bangun Reaktor Nuklir Baru
- Chen Guangcheng Terima Paspor Dalam 15 Hari
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Cangkok Retina Dengan Tenaga Cahaya
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Penyebab dari Kegagalan
- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)

Ribuan penduduk di Provinsi Jiangxi, China berunjuk rasa sebagai pelampiasan kemarahan atas kekejaman polisi, penggusuran dan korupsi pejabat local. Aksi protes ini menimbulkan kerusuhan dalam skala besar..
"Pemandangan yang mengerikan. Polisi dengan kejam memukuli dan menendang wanita itu. Banyak warga berbaring di depan mobil untuk mencegah mobil berjalan. Akibatnya dua orang wanita cedera serius. Polisi menjambak rambutnya dan menyeretnya ke pinggir jalan. Polisi memukuli orang-orang dan mencederai 20 dari mereka," kata Yu.


Mozilla Firefox