Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Puluhan Ribu Orang Siaga Melawan Polisi
Puluhan Ribu Orang Siaga Melawan Polisi
Ditulis oleh Oleh: Rona Rui Selasa, 20 Juli 2010

Bentrokan dalam skala besar telah meletus antara penduduk desa yang marah dengan polisi karena pengambil alihan tanah oleh para pejabat di China timur Provinsi Jiangsu. Bentrokan kali ini melibatkan puluhan ribu pengunjuk rasa. Media setempat tidak menyebutkan insiden itu.

Kebuntuan selama lima hari antara 14 - 18 Juli 2010, ribuan penduduk desa mengambil alih gedung-gedung pemerintah. Sementara pemerintah mengerahkan polisi anti huru hara. Pada satu titik kerumunan pengunjuk rasa marah, dan jumlahnya semakin banyak hingga tiga puluh ribu orang.

Insiden ini terjadi di Kabupaten Gaoxin, Suzhou City, Jiangsu Provinsi. Semua itu berawal ketika ribuan warga Kota praja Tong'an Kabupaten Gaoxin berkumpul di gedung pemerintah kota.

Mereka datang untuk mengekspresikan kemarahan mereka atas pengambilalihan ilegal dari pemerintah daerah lahan pertanian mereka. Puluhan ribu mu (satu mu = 0,065 ha) telah secara ilegal diambil alih dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir tanpa kompensasi yang adil kepada masyarakat.

Saat kasus terkuak, para aparat desa tidak responsif, yang membuat mereka menjadi marah dan mengambil alih gedung-gedung pemerintah, merusak beberapa peralatan yang mengakibatkan roda pemerintahan terhenti.

Pada pagi hari 16 Juli 2010, pemerintah mengerahkan 500 polisi anti huru hara membubarkan unjuk rasa. Sementara sebagian besar warga desa sudah pulang untuk beristirahat, polisi anti huru-hara mulai menyerang sisa para pengunjuk rasa.

Menurut penduduk setempat, polisi anti huru hara memukuli beberapa ratus penduduk desa yang tersisa untuk mengusir mereka. Penduduk desa marah menanggapi dengan batu bata dan botol bir. Puluhan warga desa yang terluka dibawa ke rumah sakit. Beberapa lusin lebih ditangkap. Konfrontasi berlangsung sekitar setengah jam.

Sehari setalahnya, yakni pada 17 Juli 2010, penduduk lokal dan keluarga mereka yang ditangkap, mulai memblokir Jalan Raya Nasional Gaoxin 312 di kabupaten untuk melanjutkan protes mereka.

Banyak penduduk lokal lebih bergegas ke jalan raya yang diblokir pada siang hari. Menurut penduduk setempat, warga dari masyarakat sekitar juga datang untuk mendukung protes tersebut, dan pada suatu saat ada duapuluh sampai tigapuluh ribu orang.

Saksi di tempat kejadian mengatakan kepada The Epoch Times bahwa pada 2003 dengan dalih membangun taman industri baru berteknologi tinggi, pemerintah daerah mulai dengan paksa mengambil tanah dari petani. Para petani tidak pernah menerima kompensasi yang dijanjikan oleh pemerintah, dan puluhan ribu hektar lahan pertanian jadi lahan kosong selama enam tahun terakhir. Baru-baru ini pemerintah setempat mulai melelang tanah dengan harga sepuluh kali atau lebih dari harga pembelian. Kompensasi  yang tidak adil pemerintah menyebabkan kemarahan besar diantara penduduk setempat.

Insiden ini telah membuat khawatir pemerintah kota Suzhou. Sekretaris partai komunis Suzhou bergegas ke daerah itu pada 18 Juli dan mengadakan pertemuan dengan pejabat setempat untuk membahas pencegahan. Pemerintah juga mengirimkan polisi tambahan dari sekitar kota Wuxi dan Zhangjiagang. Ada beberapa ribu polisi. Tidak ada informasi tambahan lebih lanjut yang tersedia atas tindakan polisi saat artikel ini ditulis.

Berita Disensor

Selama hari-hari konflik, tidak ada media lokal melaporkan insiden itu. Postingan berita di blog oleh seorang saksi mata segera dihapus oleh rezim. Warga berharap bahwa media yang lebih banyak akan datang ke tempat kejadian untuk menyelami keparahan situasi.

Perampasan tanah, memaksa relokasi, pemerintah korupsi dan kebrutalan polisi adalah hal  umum di China dan telah menjadi sumber kemarahan dan kerusuhan di banyak daerah. The Epoch Times dan media lainnya baru-baru ini melaporkan pada protes beberapa skala besar di berbagai tempat.

Pada 5 Juli 2010 lalu, sepuluh ribu penduduk desa di tenggara China Provinsi Jiangxi protes terhadap kebrutalan polisi, relokasi dan pejabat setempat yang korup.

Penggusuran penduduk desa diperintahkan oleh otoritas lokal karena penduduk desa telah menyatakan keprihatinan atas masalah-masalah kesehatan yang timbul dari pencemaran oleh perusahaan pertambangan lokal.  Penduduk yang marah, bersenjatakan batu bata dan batu melempari jendela-jendela balai kota dan membalikkan mobil polisi dalam menanggapi pemukulan polisi atas dua pemohon wanita sampai koma.

Pada 11 Juni 2010, sepuluh ribu warga bersitegang dengan polisi di Kota Maanshan , provinsi Anhui, gara-gara mahasiswa diserang oleh seorang pejabat setempat. Polisi  militer dan polisi anti huru hara dikirim untuk menerobos kerumunan dengan tongkat, perisai dan gas air mata. Banyak orang luka-luka. Media setempat tidak melaporkan protes besar-besaran tersebut. Penggunaan kekuasaan dan kontrol media adalah dua cara rezim komunis China untuk menjaga stabilitas sosial. (EpochTimes/man)

Read the original Chinese article