Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Acara Falun Gong Mendapat Perhatian Turis China
Acara Falun Gong Mendapat Perhatian Turis China
Ditulis oleh Oleh: Li Huirong & Shen Rong Jumat, 23 Juli 2010

TAIPEI, Taiwan - Praktisi Falun Gong Taiwan mengadakan pawai besar, rapat umum, dan acara nyala lilin malam untuk memperingati sebelas tahun penganiayaan teman-teman praktisi mereka di daratan China.

Mereka menyerukan keadilan dan penghentian penganiayaan, penyiksaan, dan genosida dari Partai Komunis China (PKC).

Pada sore hari, 18 Juli 2010 lalu, Marching Band Tian Guo memimpin barisan satu kontingen besar praktisi Falun Gong yang berbaris melalui Xinyi Square, suatu pusat metropolitan paling sibuk di Taipei.

Acara ini hampir selalu mereka adakan setiap tahunnya pada Juli sejak dimulainya penganiayaan pada 20 Juli 1999 silam.

Banyak penduduk Taipei dan turis dari China daratan berhenti untuk menontonnya. Pengunjung dari China tercengang oleh pawai akbar ini.

Dikarenakan para peserta adalah dari gerakan spiritual Falun Gong, yang telah dianiya oleh rezim China selama 11 tahun.

Mereka mengambil kamera mereka untuk mengabadikan perjumpaan pertama mereka dengan pemandangan yang tidak biasa ini.

Seorang pria paruh baya dari Provinsi Shandong , China menyatakan bahwa pawai seperti yang dilihatnya itu tidak mungkin dijumpainya di daratan China.

"Ini benar-benar indah. Kita semua melihatnya untuk pertama kalinya. Tidak mungkin, kami bisa melihat pawai semacam ini berbaris di China daratan," katanya.

Menurutnya di daratan China, hanya dua atau tiga orang mengobrol mungkin akan diinterogasi.

"Apalagi sebuah pawai! Mengapa kita tidak bisa melihat acara pawai yang baik seperti ini?" tanyanya. 

Mr. You, seorang praktisi Falun Gong dari Yilan, membagikan selebaran tentang penganiayaan pada orang yang lewat.

Dia mengatakan bahwa banyak wisatawan dari China daratan ingin mengundurkan diri dari PKC setelah mempelajari fakta-fakta tersebut.

Ms. Shuzhen, seorang praktisi lainnya, mengatakan bahwa kesehatannya meningkat drastis karena berlatih Falun Gong.

Biasanya ia menderita insomnia dan rasa sakit kronis di bahu kanannya dan harus mengkonsumsi 100 analgesik sehari. Menurutnya sekarang ia bebas dari semua gejala itu.

Ia ikut berpartisipasi dalam pawai ini dengan memegang spanduk untuk membuat lebih banyak orang China tahu bahwa kebohongan PKC tidak dapat menutupi kebenaran.

Lin Feng-jeng, seorang pengacara dan Direktur Eksekutif dari Yayasan Reformasi Yudisial, berharap bahwa bentuk solidaritas seperti ini akan terus berlanjut dan lebih banyak orang akan ikut bergabung

"Jika kita tidak mendukung mereka hari ini, mungkin lain kali kita sendiri akan menderita penganiayaan semacam ini," katanya.

Lebih dari 1.000 praktisi berkumpul kembali pada malam harinya untuk acara nyala lilin malam.

Seorang praktisi Falun Gong dari Taipei mengatakan bahwa sebelas tahun penganiayaan benar-benar terlalu panjang.

"Sudah saatnya ini harus diakhiri!" tegasnya.

Pada 20 Juli 1999, mantan pemimpin China Jiang Zemin melancarkan kampanye terhadap praktisi Falun Gong, memberikan perintah untuk menghancurkan Falun Gong dalam waktu tiga bulan.

Sebelas tahun telah berlalu. Tak terhitung ribuan pengikut Falun Gong di China dilaporkan telah dibunuh, disiksa, dipenjara, dan digunakan sebagai sumber untuk pengambilan organ oleh negara China.

Terlepas dari penganiayaan yang sedang berlangsung, praktisi Falun Gong terus teguh dengan keyakinan mereka. 

"Dan latihan ini telah menyebar ke 114 negara," tutur seorang peserta acara itu.  (EpochTimes/sri)

Read the original Chinese article.