| Fungsi Bendungan Tiga Ngarai Dipertanyakan |
| Ditulis oleh Oleh: Hsin-Yi Lin | Selasa, 27 Juli 2010 |
|
Pukul 8 pagi tanggal 20 Juli, bendungan Tiga Ngarai China di Sungai Yangtze mengalami aliran puncak tertinggi sejak selesai dibangun. Air mengalir ke bendungan 70.000 meter kubik per detik. Sembilan debit saluran bendungan itu dibuka untuk membebaskan air dari hulu hingga hilir bendungan. Media pemerintah mengklaim bahwa bendungan Tiga Ngarai (Three Gorges Dam) menghadapi ujian terbesar mengontrol banjir sejak penyelesaiannya, aliran di hulu sungai bagian atas 70.000 meter kubik- 20.000 meter kubik per detik lebih dari aliran selama 1998 banjir yang menewaskan 4.150 orang. Namun, "test uji banjir" masih jauh dari selesai, karena beberapa daerah sudah berjuang melawan banjir di bagian hilir bendungan. Karena air banjir yang dibebaskan dari bendungan Tiga Ngarai dan hujan lebat, permukaan air di Sungai Yangtze hilir di Propinsi Hubei naik di atas tingkat siaga di sepanjang 628 mil dari tanggul pada 22 Juli. Tingkat air lima danau besar dan 603 bendungan di Propinsi Hubei juga di atas tingkat banjir, Wuhan Morning Post melaporkan pada 23 Juli. Bagian tadahan air lebih rendah dari Sungai Yangtze, 300 - 500 meter panjangnya (0.2 hingga 0.3 mil) dari tepi sungai di Pulau Mianchuan, (Jiangzhou Township, Kota Jiujiang, Provinsi Jiangxi) jebol pada tanggal 18 Juli karena meningkatnya air Sungai Yangtze. Pada 23 Juli media yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa banjir di Pulau Mianchuan begitu parah sehingga warga takut terulangnya banjir besar tahun 1998 ketika debit banjir dari bendungan Tiga Ngarai mencapai Jiujiang City pada 25 Juli. Dalam banjir tahun 1998, tanggul di Kota Kecil Jiangzhou meluap dan banyak orang harus mengungsi dari daerah tersebut. (http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/146455.stm) Pada tanggal 21 Juli setidaknya 701 orang tewas dan 347 lainnya hilang akibat banjir di China selatan, menurut laporan resmi. Sebuah desa di Jiangxin Desa di Pulau Mianchuan mengatakan kepada seorang reporter Epoch Times pada 18 Juli bahwa sebagian besar tanah pertanian dekat dengan tanggul besar telah ditelan banjir, dan dia telah kehilangan semua panen. Dia mengatakan ia telah terkena banjir selama tiga tahun berturut-turut dan banjir ini bisa seburuk tahun 1998. Cadangan Pengendali Banjir
Huang Wanli (1911-2001), seorang profesor di Departemen Teknik Hidrolik Tsinghua University, adalah penentang dari konstruksi bendungan Tiga Ngarai sejak tahun 1990. Dia sudah lama didasarkan bahwa bendungan akan mengatur air dengan cara "terbalik" meluapkan air dari waduk selama musim hujan, ketika seharusnya untuk menyimpan air dan menyimpan air selama musim kemarau, ketika seharusnya melapas air. Seorang blogger China memasang artikel di Internet mengkritik bendungan Tiga Ngarai untuk melakukan pengendalian banjir "ajaib" menyelamatkan kota Chongqing hulu sementara kota Wuhan di hilir kebanjiran. Artikel ini diposting dan dikutip secara luas di situs internet. Sebagai proyek tenaga air terbesar di dunia, apakah bendungan Tiga Ngarai akan bertahan sesuai janjinya mengendalikan banjir di sepanjang Sungai Yangtze yang selalu tertimpa banjir ini? Ironisnya, sebagai daerah sepanjang Sungai Yangtze telah dilanda banjir dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat telah menurunkan kapasitas kontrol-banjir bendungan dari mampu menahan banjir terburuk dalam 10.000 tahun pada tahun 2003, menjadi 1.000 tahun di tahun 2007, dan menjadi 100 tahun pada tahun 2008. Baru-baru ini, sebelum lulus dari aliran tertinggi dalam sejarah mencapai puncaknya dari bendungan Tiga Ngarai, Cai Qihua, kepala Komisi, Sumber Daya Air Sungai Yangtze seperti dikutip CCTV China mengatakan, "Kita tidak bisa menaruh semua harapan kita di bendungan Tiga Ngarai tahun ini." Kritik Mengutip KegagalanAhli hidrologi Wang Weiluo, dalam sebuah wawancara pada siaran internasional Deutsche Welle Jerman, baru-baru ini berkomentar tentang betapa buruknya banjir di sepanjang Sungai Yangtze: "Kota Chongqing terletak langsung di hulu bendungan. Empat belas kabupaten dan kota sekarang dilanda banjir. Lebihh jauh ke atas, banyak orang meninggal karena banjir parah di Provinsi Sichuan. "Hilir bendungan, tingkat air di kota Wuhan dan Danau Hong di Propinsi Hubei dan daerah Danau Dongting ke kedua Propinsi Hunan dan Hubei cukup tinggi tergenang air. Ketinggian air Danau Poyang di Provinsi Jiangxi dan Anhui juga sangat tinggi. Lebih dari 100 bendungan dekat Danau Poyang penuh air," kata Wang. Tiga fungsi utama bendungan itu seharusnya pengendalian banjir, pengapalan dan pembangkit listrik. Namun, Wang mengatakan bahwa banjir kali ini telah membuktikan bahwa dua dan satu-setengah dari tiga fungsi tidak berjalan: "ia tidak mengontrol banjir, jasa pengapalan di seluruh bendungan Tiga Ngarai telah ditangguhkan karena banjir." "Kami juga bisa melupakan pengapalan di musim kemarau," kata Wang. (Hal ini disebabkan karena waduk mempertahankan air, sehingga tingkat hilir air akan lebih rendah.) Wang lebih lanjut menjelaskan: "Kami sudah bisa melihat bagian bawah Sungai Jialing-salah satu cabang Sungai Yangtze di Kota Chongqing, berdasarkan gambar yang diambil tahun lalu. Sekarang Sungai Jialing banjir dan ada banyak lumpur di dalam air. Air tidak bisa benar-benar digunakan untuk menghasilkan tenaga karena lumpur akan menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap turbin." AFP melaporkan pada bulan Juli tahun lalu: "proyek-proyek bendungan besar China telah menjadi sumber kontroversi selama bertahun-tahun. Pemerintah menegaskan mereka menyediakan sumber energi bersih dan pengendalian banjir, sebagai contoh terbesar dunia adalah profil teringgi dari bendungan Tiga Ngarai. "Tapi, kritikus mengatakan bendungan sering menyebabkan masalah lingkungan yang sangat besar dan melakukan sedikit untuk mengendalikan banjir, sementara jutaan orang telah mengungsi untuk membuat jalan bagi dan proyek-proyek sering penuh dengan korupsi. "China Daily melaporkan bulan lalu bahwa beberapa bendungan di Sungai Kuning China mau runtuh hanya beberapa tahun setelah mereka dibangun dan ada kekhawatiran bahwa lebih dari 40 persen dari waduk negara tidak aman." (EpochTimes/man) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Banjir besar di China selatan telah memunculkan pertanyaan atas fungsi bendungan Tiga Ngarai untuk mengontrol banjir dan fungsi lainnya yang paling ambisius, paling mahal dan penuh kontroversi.
Pada saat kritis, dengan begitu banyak resiko masyarakat, bendungan Tiga Ngarai melepaskan air dari penampungan pada tingkat dipercepat. Pelepasan air banjir ke hilir sungai di musim banjir telah menimbulkan keraguan tentang "pengendalian banjir " fungsi dari bendungan Tiga Ngarai.





Mozilla Firefox