Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Ratusan Ribu Korban Banjir dan Longsor Sichuan Dievakuasi
Ratusan Ribu Korban Banjir dan Longsor Sichuan Dievakuasi
Ditulis oleh Oleh: Sophia Fang Kamis, 19 Agustus 2010

Wilayah bagian Provinsi Sichuan, yang terletak di China barat daya, dilanda longsor dan banjir besar, hanya beberapa hari setelah hujan lebat dan longsor menghancurkan daerah Zhouqu, Provinsi Gansu, China pada 8 Agustus 2010 lalu.

Mulai 12 Agustus 2010, bagian dari Provinsi Sichuan mengalami hujan deras terus menerus yang memicu tanah longsor besar-besaran di 10 kota dan 24 kabupaten.

Sekitar 5.760.000 orang menjadi korban dan 400.000 penduduk setempat harus diungsikan. Menurut laporan Layanan Berita China pada 17 Agustus 2010 disebutkan angka kematian resmi sebanyak 13 orang dan 59 orang lainnya hilang.

Daerah terkena gempa yang terparah terkena dampak longsor diantaranya Sichuan di Kota Qingping  (Kota Mianzhu), Kota kecil Yingxiu (Wilayah Wenchuan) dan Kota kecil Longchi (Kota Dujiangyan).

Kota Mianzhu

Pada dini hari 13 Agustus 2010, tanah longsor yang dipicu oleh banjir bandang menghancurkan Kota kecil Qingping, pinggiran Kota Mianzhu di Provinsi Sichuan barat laut. Ini adalah wilayah yang telah rusak berat akibat gempa Wenchuan 2008.

Longsoran lima juta meter kubik lumpur mengubah aliran Sungai Mianyuan, membentuk sebuah danau hambatan, dan mengubah  Kota kecil Qingping menjadi sebuah pulau terisolasi tanpa pasokan air dan listrik. Jalan lalu lintas dan telekomunikasi juga berhenti total.

Tanah longsor juga menelan lima desa di daerah tersebut, mempengaruhi sekitar 6.000 penduduk. Media resmi melaporkan kematian hanya sembilan dikonfirmasi dan lima orang hilang pada malam 16 Agustus 2010.

Tanah longsor yang besar ini juga menyebabkan air dari Sungai Mianyuan mencapai rumah-rumah yang baru dibangun setelah gempa. Banyak rumah benar-benar terendam oleh air dan lumpur.

Mr. Chen, warga Qingping, mengatakan kepada  The Epoch Times, bahwa walaupun daerah Mianzhu yang terkena tanah longsor tampaknya tidak separah seperti gempa Wenchuan tahun 2008, namun telah mempengaruhi wilayah yang sangat besar.

"Qingping dan Tianchi Township yang paling rusak parah. Sulit untuk memperkirakan korban tewas pada saat ini," ujarnya.

Menurut Mr. Chen transportasi darat adalah hal yang paling mendesak untuk Qingping karena banyak orang yang terjebak di daerah tersebut, dan satu-satunya cara mengambil yang terluka keluar dari Qingping telah dilakukan dengan helikopter. Penggunaan perahu karet hampir sia-sia.

Helikopter penolong  membawa alat komunikasi kecil dan generator listrik bersama dengan kru penyelamat ke daerah yang terkena. Begitulah cara komunikasi dengan luar dibangun kembali.

Kabupaten Wenchuan

Hujan lebat juga menghancurkan daerah yang dilanda gempa lainnya di Sichuan. Khususnya wilayah Wenchuan dan Kota Dujiangyan telah mengalami kerusakan parah.

Di Yingxiu Kabupaten Wenchuan, sepanjang Expressway Duwen dihancurkan oleh tanah longsor. Tanah longsor juga mengubah alur Sungai Min, anak sungai dari Sungai Yangtze di Provinsi Sichuan pusat, banjir Kota kecil Yingxiu dan mengurung puluhan ribu orang.

"Ketika saya berlari keluar, rumah baru dua lantai di Yingxiu sudah terendam oleh banjir Sungai Min. Di mana-mana, orang-orang berteriak minta tolong," kata Mr. Liu Yong, seorang pekerja penyelamatan yang  kampnya berada di dataran tinggi di seberang tanah longsor itu, kepada harian Guangzhou.

Tanah longsor yang besar ini juga menciptakan genangan danau di Kota Wenchuan dan masih tertutup pada 15 Agustus 2010.

60.000 meter kubik tanah longsor memblokir Sungai Min di Yinxing, kota lain di dekatnya di Wilayah Wenchuan, dan membentuk sebuah danau.

"Karena sekarang adalah musim hujan, bahaya longsor sangat mungkin. Puing-puing dari longsor sudah mengapung ke hilir, yang akan menyebabkan lebih banyak lagi bencana geologi," tutur Tao Qingfa, Wakil Direktur Departemen Lingkungan Geologi Departemen Tanah dan Sumber Daya China, kepada CCTV. (EpochTimes/man)