Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Kisah Tina: Melewati 10 tahun Penindasan (Video)
Kisah Tina: Melewati 10 tahun Penindasan (Video)
Ditulis oleh Oleh: Hall Jarrod Rabu, 25 Agustus 2010

Pada 1999, rezim komunis China melarang Falun Gong. Beberapa orang di Partai komunis merasa bahwa kepopuleran Falun Gong menjadi ancaman bagi cengkeraman kekuasaan Partai Komuns China (PKC). Puluhan juta warga China dicap penjahat dalam waktu semalam.

Tina bersama dengan praktisi lain yang tak terhitung jumlahnya pergi ke Beijing untuk mengajukan banding atas larangan tersebut. Di sana dia ditangkap dan menghabiskan hampir tiga tahun hidupnya di penjara dan kamp kerja paksa di mana ia dipukuli dan disiksa. Berikut kisahnya.

Pada 20 Juli 1999, PKC mengeluarkan perintah bahwa tidak ada yang diizinkan untuk berlatih Falun Gong lagi.

Setahun kemudian,  Tina memutuskan untuk pergi ke Beijing. Bersama lainnya, dia mengajukan banding di Lapangan Tiananmen, dia ditangkap.

Dia tahu akan ditangkap, tapi ia bertekad untuk membela hak-haknya dan orang-orang sebangsanya. Dia bertekad untuk tetap setia pada prinsip-prinsip sejatinya.

Untuk memprotes penahanan itu, di penjara Tina melanjutkan aksi mogok makan. Pertama berlangsung selama enam hari, enam malam. Dia tidak makan atau minum apa pun. Dia begitu lemah. Dia hanya bisa berjalan dengan bersandar di dinding.

Akhirnya Tina dipaksa makan dengan kejam oleh para penjaga penjara dengan sebuah pipa plastik yang sangat tebal yang dimasukkan secara paksa melalui hidung. Proses itu sangat mengerikan, dia menceritakan ini menyebabkan rasa sakit yang sangat hebat.

Dia menjalani berbagai macam bentuk penyiksaan, seperti dipaksa untuk berdiri selama berjam-jam. Dia secara terus-menerus diancam dengan setrum tongkat listrik penjaga.

Pada kesempatan lain Tina dikunci dalam sangkar dan dipaksa untuk berdiri selama tujuh hari, tujuh malam. Dia dipukuli dan disetrum ketika ia merasa terlalu lelah untuk tetap berdiri.

Pada April 2009, Tina tiba di Australia sebagai pengungsi. Kemudian ia diberi Visa Perlindungan yang mirip sebagai memiliki tempat tinggal permanen. Sekarang dia mengatakan dia memiliki kebebasan sejati, percaya akan dapat berlatih Falun Gong serta ajaran dari Sejati Baik Sabar secara terbuka dan tanpa rasa takut. (EpochTimes/man)

Tina's Story from Jarrod Hall on Vimeo.


 


 

Comments  

 
0 # yu 2010-08-30 00:26
satu lagi contoh penduduk yang melakukan aktifitas terlarang menurut aturan UU negara. smoga dia bisa tersadar dan mulai melakukan tindakan yg lebih berguna bagi diri sendiri dan negara
Reply | Reply with quote | Quote