Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Pameran PBB Propaganda Komunis China
Pameran PBB Propaganda Komunis China
Ditulis oleh Oleh: Matthew Robertson Rabu, 15 Desember 2010

altPada hari yang sama dimana Liu Xiaobo yang kini masih dipenjara dianugerahi  Hadiah Nobel, departement propaganda partai komunis China mengadakan pameran foto di PBB, memuji kemajuan Hak Asasi Manusia (HAM) di China.

Foto-foto di pamerkan di Markas Besar PBB Eropa, Jenewa pada 10 Desember bertepatan dengan Hari HAM Internasional. Dalam pameran yang bertemakan ‘Pengalaman China’ kelompok minoritas seperti Uighur dan Tibet digambarkan tersenyum dengan pakaian tradisional, sementara keterangan foto menjelaskan rasa syukur mereka atas kebebasan beragama dan etnis di bawah pemerintahan komunis China.

Kelompok pemerhati HAM tidak terkesan akan pameran ini. Dalam siaran pers Hillel Neuer, Direktor Eksekutif kelompok Pengawas PBB yang berbasis di Jenewa mengatakan, "Ini adalah kebiadaban dimana PBB menjadi tuan rumah dan ikut menjadi sponsor dengan propaganda rezim komunis China. Sebuah propaganda besar-besaran dirancang untuk menutupi pelanggaran sistematis rezim terhdap HAM universal."

Dengan kemudahan dan semangat yang digambarkan dalam pameran sangat kontradiksi dengan realitas: "Ini bertentangan dengan penganiayaan yang didokumentasikan Beijing terhadap paraminoritas dan budaya mereka, pameran foto menunjukkan warna-warni etnis minoritas dengan kostum tradisional," tulis mereka.

altKeterangan dari foto-foto tersebut selalu mengatakan pada pengunjung hal-hal seperti, "orang-orang dari kelompok etnis yang berbeda bersatu membangunTiongkok dengan tetap mempertahankan budaya tradisi mereka sendiri."

"Meskipun kenyataanya pembantaian 2009 dan penganiayaan masih berkelanjutan di Uyghur," kata kelompok itu. Pameran juga menutup-nutupi pembantaian rezim komunis China baru-baru ini dan penganiayaan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Tibet, dengan foto seorang biksu Buddha Tibet.

Biksu ini digambarkan dengan tenang berdiri menghadap sebuah lembah dimana sebuah ritual keagamaan Buddha Tibet sedang berlangsung. Hal ini telah dikenal luas, bagaimanapun, partai komunis China telah bertekad untuk melenyapkan pengikut setia Dalai Lama, dan mengambil kendali Buddhisme Tibet termasuk slogan-slogan patriotik di tengah doktrin agama.

Mengiringi taktik lunak tersebut adalah penindasan brutal terhadap para biksu yang secara terbuka punya perbedaan pendapat, menurut kelompok HAM.

Penyelenggara pameran menyertakan Kantor Informasi Dewan Negararezim China, Misi Tetap PBB, dan Kantor PBB itu sendiri.

Kantor Informasi Dewan Negara  rezim yang hanya dikenal diluar daratan, di bawah pemisahan teknis antara partai komunis dan Negara, dikenal sebagai ‘satu kantor, dua papan nama.’ Para orang dalam tahu itu adalah label dari partai‘ Kantor Propaganda Luar Negeri.’  

Kantor PBB di Jenewa tutup disaat dihubungi dan tidak bisa memberikan komentar selama akhir pekan. (EpochTimes/man)