Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Pertemuan Wen Jiabao dengan Pemohon Meragukan (Video)
Pertemuan Wen Jiabao dengan Pemohon Meragukan (Video)
Ditulis oleh Era Baru News Sabtu, 29 Januari 2011

alt

Setiap tahun di China, puluhan ribu pemohon (demonstran damai) di seluruh negeri berduyun-duyun ke ibu kota Beijing. Mereka berharap untuk mengajukan keluhan karena pihak berwenang setempat tidak peduli akan keluhan mereka. Ini adalah masalah sosial yang berkembang di mana banyak pemohon dipulangkan kembali atau ditahan secara ilegal.

Pada Senin (24/1), Perdana Menteri China Wen Jiabao bertemu dengan para pemohon di Beijing untuk pertama kalinya mendengar keprihatinan mereka. Tetapi peristiwa yang  dipublikasikan dengan gencar ini telah meningkatkan keraguan.

"Di Kantor petisi hanya ada delapan pemohon. Ketika saya pergi, selalu ada antrean panjang dengan ratusan orang. Ini adalah fakta dasar. Kami adalah pembuat petisi lama dan telah mengalami hal ini. Berita seperti [pertemuan ini] tidak lagi menggairahkan kami, karena kami telah kecewa banyak kali," keluh Wu Huaying, Pemohon dari Fujian,.

Televisi Negara menyiarkan secara luas kunjungan Wen ke Biro Negara atas Surat dan Panggilan, kantor pusat yang menangani para pemohon. Beberapa orang, termasuk pengacara HAM Ni Yulan yang berbasis di Beijing - mantan pemohon - yakin itu hanyalah untuk pamer.

"Saya pikir itu karena masyarakat sudah tidak lagi mempercayai pemerintah, sehingga Wen tampaknya mencoba untuk memahami masalah. Namun pemohon yang ia temui apakah mereka benar-benar pemohon atau hanya rekayasa pemerintah," kata Ni Yulan, pengacara  HAM  Beijing.

Aktivis Beijing Zhou Li setuju. Dia mengatakan kepada Associated Press bahwa ia tidak pernah mendengar nama dua pemohon yang dilaporan media pemerintah. Dia juga mengatakan sedikitnya tiga pemohon veteran ditempatkan dalam tahanan rumah sebelum kunjungan Wen.

Apakah demonstrasi publik yang menjadi perhatian nyata atau rekayasa, beberapa pemohon tidak percaya itu akan membantu memecahkan masalah mereka.

"Kami datang ke Beijing untuk mengajukan petisi kepada pemerintah pusat, tetapi mereka tidak menerima kami, dan mereka menyerahkannya kepada pemerintah daerah, dan pemerintah daerah hanya menangkap kami dan membawa kami pulang. Jadi sekarang kami punya tempat untuk pergi, " kata Cao Qingnian, pemohon Shandong.

Alih-alih menyelesaikan masalah mereka, pemohonan sering diadakan di pusat  kota Beijing, atau ditahan dalam penjara-penjara gelap "penjara ilegal." (EpochTimes/man)

NTD Television