Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Penindasan Falun Gong Masih Berlanjut Setelah 12 Tahun
Penindasan Falun Gong Masih Berlanjut Setelah 12 Tahun Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh NTD NEWS   
Kamis, 28 April 2011 19:01



altDi Eropa, Asia dan Amerika Serikat selama akhir pekan ini, praktisi Falun Gong memperingati permohonan damai ke-12 yang terbesar di China dalam 20 tahun. Tiga bulan setelah permohonan pada tanggal 25 April 1999, terjadilah penindasan brutal oleh Partai Komunis China yang meluncurkan kampanye menangkap dan menyiksa praktisi Falun Gong.
 
Pada hari Sabtu, praktisi di Brussels seperti Xu Yan, menyerukan agar penganiayaan dihentikan.
 
[Xu Yan, Praktisi Falun Gong]:
"Banyak praktisi Falun Gong yang masih dianiaya, dan ini merupakan ujian hati nurani semua orang dimanapun."
 
Pada 25 April 1999, lebih dari 10.000 praktisi Falun Gong berkumpul di daerah kepemimpinan Partai Komunis di Beijing. Beberapa hari sebelumnya, polisi menangkap puluhan praktisi di Tianjin, karena mereka mengajukan keberatan terhadap artikel di media yang memfitnah kepercayaan mereka. Saat praktisi lain meminta pembebasan mereka, polisi setempat memberitahu mereka agar naik banding di Beijing.
 
[Jiao Guobiao, Mantan Profesor Universitas Beijing]:
"Saya melihat mereka hari itu. Di tempat kerja, saya lihat banyak orang berdiri membelakangi dinding, beberapa lainnya duduk. Tidak ada slogan. Tidak ada yang memegang spanduk. Sangat damai dan rasional."
 
Akhirnya, lima praktisi bertemu dengan Perdana Menteri-Zhu Rongji. Mereka meminta lingkungan yang sah untuk berlatih.
 
[Zan Aizhong, Mantan Wartawan China]:
"Zhu Rongji bertemu dengan praktisi Falun Gong pada 25 April 1999. Pertemuan ini menunjukkan niat baik terhadap Falun Gong. Kebebasan beragama, berserikat dan berbicara harus dilindungi. Pertemuan Zhu dengan praktisi Falun Gong menunjukkan mereka tidak melanggar hukum atau konstitusi. "
 
Permohonan 25 April berakhir damai, setelah Zhu mencapai kesepakatan dengan praktisi Falun Gong. Tapi pemimpin Partai Komunis saat itu, Jiang Zemin, menyatakan perang terhadap latihan spiritual ini. Beberapa bulan kemudian, rezim komunis memulai penganiayaan brutal sampai hari ini. Pusat Informasi Falun Dafa telah mencatat lebih dari tiga ribu kematian dari pelecehan dan penyiksaan.
 
Namun masih ada harapan bagi para praktisi Falun Gong di seluruh dunia. Berharap dengan meningkatnya kesadaran, penganiayaan ini akan segera berakhir.
 
English Version Click Here

 

Bagikan halaman ini ke :

|