|

Selama satu dekade, jutaan warga di China yang tidak gentar akan kemungkinan penangkapan dan penyiksaan, telah mengubah rumah mereka menjadi basis untuk apa yang disebut rezim komunis China anggap sebagai "propaganda reaksioner," dan apa yang orang lain anggap sebagai kebenaran sederhana tentang hak untuk keyakinan dan kebebasan dari penindasan.
Pangkalan tersebut, disebut "situs materi" yang dioperasikan untuk membuat brosur, booklet, dan informasi CD-ROM. Materi-materi tersebut kemudian menyelinap diam-diam di bawah pintu depan rumah atau kotak-kotak surat penduduk yang diantar oleh para praktisi Falun Gong (atau juga disebut Falun Dafa) di malam hari sendirian atau berpasangan, di kota-kota, dan desa-desa di seluruh China.
Meskipun lamanya kampanye ini sangat luas di China, namun di dunia Barat beritanya tidak banyak terdengar.
Chen Pokong adalah seorang penulis dan komentator terkemuka di komunitas aktivis luar negeri China mengatakan, "Dengan menempatkan selebaran dalam kotak-kotak surat penduduk dan langsung memberikannya ke orang-orang, praktisi Falun Gong berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat umum untuk menyampaikan pesan pengunduran diri dari partai komunis China, dimana rezim tidak bisa memblokirnya."
The Epoch Times berhasil mendapatkan sketsa gambar dari situs-situs materi tersebut dan mewawancarai para mantan operator dan pengguna dari berbagai daerah di China.
Dari Permohonan Sampai Protes
Levi Browde, direktur eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa, sebuah organisasi yang memonitor dan menganalisa penindasan dan penganiayaan para praktisi Falun Gong di China sejak 1999, dimana saat itu para pengikut Falun Gong masih bingung untuk membuat tanggapan secara terkoordinasi.
Mereka sebelumnya hanya terkumpul untuk berlatih lima perangkat latihan meditasi dan belajar menigkatkan moral berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Mereka saat itu belum siap menentang propaganda Partai Komunis China (PKC) dan aparat keamanan dalam negeri, yang dimobilisasi untuk ‘menindas’ keyakinan mereka.
Pendekatan awal yang diambil praktisi adalah karakter masyarakat China yang patuh hukum, percaya bahwa jika pemerintah pusat sudah mengerti situasinya, penganiayaan tidak akan berlanjut. "Mereka melihat diri mereka menarik bagi pemerintah untuk membantu menegakkan hukumnya sendiri membela dan melindungi lembaga-lembaga yang ada dalam teori," jelas Browde.
Situasi ini mulai berkembang pada tahun 2001, Browde mengatakan, saat propaganda anti-Falun Gong lebih intens dan meluas di media serta acara televisi menyerang Falun Gong ditayangkan berjam-jam setiap hari. "Para praktisi Falun Gong merasa perlu untuk 'mengklarifikasi kebenaran' menjadi lebih mendesak," katanya.
Mereka mulai keluar menyebarkan materi untuk menghilangkan prasangka propaganda dan mendidik orang-orang Tionghoa. Materi ini menjelaskan tentang apa itu Falun Gong, yang sedang dianiaya (orang-orang memiliki sedikit pengetahuan tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap para praktisi Falun Gong), dan penganiayaan adalah melanggar hak asasi manusia dan hukum China.
Pada tahun 2004, Browde menjelaskan, lokasi pembuatan materi berkembang luas dan menjadi lebih canggih dan terorganisir. Piranti lunak anti sensor dikembangkan oleh praktisi di luar China telah maju pada saat itu juga.
Tujuan para praktisi juga berubah. Pada bulan November 2004 The Epoch Times menerbitkan serangkaian editorial ‘Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis,’ sejarah partai yang menggambarkan kampanye kekerasan politik lebih dari 60 tahun, termasuk penindasan terhadap Falun Gong. Mengacu pada PKC, ‘Sembilan Komentar’ mengajak orang-orang China untuk "melihat dengan jelas watak dasar PKC" dan "meninggalkannya untuk kebaikan dari semua ilusinya."
Jumlah situs pembuatan materi menjadi banyak sejak saat itu. Praktisi, dengan menggunakan ‘Sembilan Komentar,’ mulai mendorong orang-orang untuk mundur dari PKC dan organisasi affiliasinya.
Pada 2009, situs web utama Falun Gong, Minghui Net, minghui.org mengatakan ada 200.000 situs pembuatan materi di China, setidaknya ada satu di setiap daerah. Materi-materi itu diunduh dari situs web dengan alamat IP yang unik.
Mengubah Pikiran
Berdasarkan wawancara dengan pengikut Falun Gong yang baru saja meninggalkan China, pada banyak kasus teman-teman, anggota keluarga, dan rekan praktisi beralih dari setuju dengan propaganda partai menjadi pendukung praktisi Falun Gong dan mengutuk PKC.
Mary, seorang praktisi dari Provinsi Shandong sekarang tinggal di Amerika Serikat, mengatakan bahwa pada tahun-tahun awal sangat umum mendapatkan tatapan bermusuhan atau brosur ditolak. Baru-baru ini, katanya orang yang melihat dia keluar menaruh materi di kotak surat atau keranjang sepeda diam-diam akan bertanya: "Apakah Anda memiliki CD tersebut?"
Chen Pokong melihat upaya para praktisi memiliki implikasi yang lebih luas bagi hak asasi manusia di China. "Belajar kebenaran tentang penganiayaan Falun Gong, belajar tentang pembelaan hak asasi dan hak-hak sipil, saya pikir ini adalah sesuatu yang benar-benar dapat membangunkan orang-orang China," katanya. "Ini mendidik mereka tentang hal ini secara umum," katanya.
"Ini sangat signifikan. Metode ini dapat menggagalkan indoktrinasi stasiun televisi dan surat kabar yang dikontrol PKC. Falun Gong telah melakukan ini selama bertahun-tahun, dan sejauh yang saya tahu respon mereka dapatkan lebih baik dan lebih baik," kata Chen.
Wang Jia (54), dari Changchun, Provinsi Jilin, yang datang ke Kanada tahun lalu, mengoperasikan lokasi pembuatan materi dari rumahnya mulai 2005-2010. Dia mengatakan bahwa 90% dari teman-teman dan kenalan datang untuk mengubah pandangan mereka terhadap Falun Gong dan partai komunis karena usahanya. Dia tidak tahu berapa banyak orang membaca bahan yang dia cetak dan mengubah pikiran mereka.
Jiang Ning (58), dari Provinsi Shandong sekarang tinggal di Kanada, katanya dia biasanya menghabiskan lima atau enam jam sehari mempersiapkan bahan. Dia mengatakan perubahan pandangan masyarakat terhadap Falun Gong di China selama bertahun-tahun telah berubah secara signifikan.
Metode Distribusi bervariasi: dari menaruhnya di setiap kotak surat dan keranjang sepeda di setiap gedung apartemen di suatu blok tertentu, sampai penargetan khusus pada kader partai tingkat tinggi, pejabat pensiunan, atau orang penting lainnya. Beberapa praktisi membayar kurir untuk pengiriman CD-ROM Falun Gong kepada pejabat tinggi, untuk menjamin sampai di tangan mereka.
Operasi Yang Beresiko
Bahaya mengintai di setiap sudut pengerjaan lokasi materi: dari membeli bahan dan printer, pengangkutan, menyebarkan materi yang sudah jadi ke tangan distributor, sampai menjaga identitas para staf.
Mereka yang menjalankan situs materi tidak pernah berbicara langsung tentang kegiatan mereka. "Saya membelikan anda satu spul benang baru," Wang akan mengatakan ke teman-temannya ketika akan memberikan ceramah baru dari Master Li Hongzhi, pendiri Falun Gong. Ketika ia berhasil menyelesaikan putaran membagikan DVD atau selebaran, ia akan menelepon dan mengatakan, "Hari ini perjalanan lancar, saya menjual semua 20 udang!" Membeli "celana baru." Ini adalah kata sandi mereka.
Adalah umum bagi orang di China untuk memberikan hadiah sekotak makanan, dan praktisi sering menggunakan kotak tersebut untuk menyimpan koran atau selebaran atau buklet tentang penganiayaan.
Pengikut yang tertangkap sering dianiaya dengan kejam. Liu Lihua adalah pensiunan guru sekolah di Kota Yantai, Provinsi Shandong. Dia ditangkap pada 19 Maret 2009 karena menyebarkan materi Falun Gong. Dia dibebaskan pada 30 September, namun meninggal pada 28 Januari 2010, karena penganiayaan berat yang diderita selama penahanannya, menurut Pusat Informasi Falun Dafa.
Mary menjelaskan mengapa praktisi menjalankan situs materi tersebut. "Kemampuan untuk mengekspresikan diri adalah hak paling dasar. Kami tidak memiliki hak untuk berbicara di mana saja setelah penganiayaan dimulai," katanya. Kondisi kesehatan praktisi sangat buruk dan mereka merasa bahwa Falun Gong menyelamatkan nyawa mereka. Mereka secara alami akan berbicara untuk membela ketika diserang,” katanya.
Jiang Ning menjelaskan bahwa praktisi Falun Gong ‘menyelamatkan’ orang-orang Tionghoa dari kebencian dan kebohongan yang ditanamkan PKC terhadap diri mereka mengenai Falun Gong, mereka berusaha untuk memperlakukan orang lain dengan belas kasih, untuk melakukan apa yang baik bagi mereka.
Situs materi telah mengakar di China dan tidak akan berhenti. "Tidak peduli berapa banyak uang yang mereka keluarkan, mereka tidak akan pernah bisa menghentikan ini," kata Chen Pokong, mengacu pada upaya PKC untuk mengungkap mereka keluar. Situs materi harus membuat Partai "memikirkan kembali konsekuensi" dari keputusan 1999 untuk menganiaya Falun Gong, katanya.
"Sekarang Falun Gong telah menjadi musuh terbesar PKC. Situs-situs pembuatan materi menunjukkan kekuatan Falun Gong di China, mereka membuat PKC ketakutan, dan Partai mungkin menyesal sangat dalam pada saat ini," kata Chen. (EpochTimes/man) |