Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Surat untuk Para Aktivis dalam Penjara Disembunyikan
Surat untuk Para Aktivis dalam Penjara Disembunyikan
Ditulis oleh RFA Rabu, 25 May 2011

alt

Pihak berwenang China telah menyembunyikan surat-surat dan kartu pos yang dikirim oleh publik untuk dua aktivis terkemuka di tengah tindakan keras rezim komunis China terhadap perbedaan pendapat sejak awal tahun lalu, menurut para istri mereka.

Di provinsi Sichuan Barat Daya, Wang Qinghua, istri aktivis yang dipenjara Tan Zuoren, mengatakan  bahwa ia mengamati selama kunjungannya ke penjara bahwa suaminya tidak pernah menerima surat-surat sejak menjalani hukuman pada bulan Februari 2009.

"Dia bilang dia tidak menerima surat, meskipun ia sadar bahwa banyak kartu pos telah dikirim ke dia dari luar. Dia tidak pernah melihat salah satupun darinya," kata Wang dalam sebuah wawancara pada Senin (23/5).

Ketika ditanya bagaimana Tan tahu tentang kartu pos itu, Wang mengatakan  "mungkin Tan  mengetahuinya dari penjaga."

Tan, seorang penulis dan aktivis, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan  ‘subversi’ setelah ia menyelidiki korupsi di tingkat lokal ketika gempa bumi mematikan yang melanda Sichuan pada Mei 2008.

"Di dalam sel Tan diperbolehkan membaca buku-buku dan saya mengiriminya beberapa buku," kata Wang.

Tan tidak disiksa secara fisik di penjara tetapi telah menderita secara mental, katanya. "Dia tinggal dengan para penjahat dan hampir tidak dapat berkomunikasi dengan  mereka," katanya.

"Satu-satunya komunikasi yang bisa dilakukan adalah dengan kepala penjara."

Sebuah tindakan keras rezim komunis China sejak Februari dipicu oleh panggilan internet  untuk mengadakan  revolusi ‘Melati’ imbas dari pemberontakan baru-baru ini di Timur Tengah telah menyebabkan penangkapan puluhan pengacara, penulis, seniman dan kritikus lainnya.

Chen Mingxian, istri aktivis lain yang dipenjara, Liu Xianbin, juga melaporkan bahwa komunikasi suaminya dengan dunia luar telah diblokir oleh petugas penjara di Sichuan.

“Liu hanya diijinkan untuk melihat surat-surat dari anggota keluarga, tapi bukan dari orang atau kenalan lainnya. Mereka secara ketat mengawasinya," katanya.

Sementara itu, aktivis Huang Qi, yang telah dipenjara sejak November 2009 atas tuduhan ‘kepemilikan ilegal rahasia negara’ setelah dia membantu korban gempa bumi Sichuan, diharapkan akan dibebaskan pada 9 Juni mendatang.

Huang ditangkap pada Juli 2008 setelah ia menghabiskan waktu lima tahun penjara sejak Juni 2000.

Sesama aktivis Pu Fei mengatakan para pendukung  mengirim sumbangan untuk membantu Huang saat ia jatuh sakit di penjara.

"Saya mengunjungi ibu Huang baru-baru ini dan mengetahui bahwa Huang dalam keadaan tidak sehat di penjara. Kami terus menggalang sumbangan untuk dia dan mudah-mudahan pembebasannya nanti bisa membuat dia untuk segera pulih."

Dalam perkembangan terpisah, aktivis veteran Qin Yongmin kembali ke rumah pada Senin (23/5) setelah ditahan selama 10 hari oleh polisi di Wuhan, provinsi Hubei China Tengah.

"Saya membantah tuduhan polisi atas keterlibatan saya dalam 'kegiatan yang terorganisir’," kata Qin. "Satu-satunya keterlibatan saya adalah bertugas sebagai ketua organisasi 'China Human Rights Watch'," katanya.

"Saya akan terus memperjuangkan dan melindungi hak-hak dasar rakyat China, serta hak-hak saya sendiri."

Qin adalah salah satu anggota pendiri kelompok aktivis berpengaruh dari  Partai Demokrasi China (CDP) pada tahun 1997 sebelum ia ditangkap dan didakwa dengan tuduhan ‘subversi’ terhadap kekuasaan negara.

Pengadilan Kota Wuhan menghukum Qin 12 tahun penjara pada tahun 1998. Ia dibebaskan pada November 2010. (RFA/man))